Jakarta – Erick Thohir resmi ditunjuk oleh Presiden Jokowo untuk menjadi Menteri BUMN yang baru untuk Periode 2019-2024 menggantikan nama Rini Soemarno. Pengusaha berusia 49 tahun tersebut dinilai berkompeten membenahi struktur Kementerian BUMN kedepan.
Presiden Jokowi dalam pengenalan jajaran menteripun menyampaikan tugas dari Menteri BUMN yang baru ialah meningkatkan kinerja BUMN dalam lima tahun kedepan.
“Membangun BUMN, ekspansi ke pasar global, itu ada di beliau,” sebut Jokowi saat mengumumkan jajaran kabinet, di Istana Negara, Rabu 23 Oktober 2019.
Tugas besar tentu saat ini berada dipundak Erik untuk memimpin Kementerian BUMN. Sebagai informasi saja, pagu anggaran yang telah disiapkan Pemerintah untuk Kementerian BUMN adalah sebesar Rp 345,8 miliar pada 2020. Diharapkan dengan keahliannya di dunia usaha mampu membawa BUMN lebih baik lagi.
Erick Thohir memang telah malang-melintang di dunia usaha. Keahliannya di dunia usaha nampaknya terbina dari ayahnya yakni Teddy Thohir salah satu pemilik Astra International.
Erick sendiri merupakan pendiri Mahaka Group yang membawahi Harian Republika, JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio. Hobinya dalam olah raga juga membuatnya memiliki saham di klub sepak bola Amerika, D.C. United dan juga pernah sebagai pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.
Di kancah nasional, Pria ini juga pernah dipercaya Presiden Jokowi untuk menjadi Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) pada 2018. Tak hanya itu, dirinya juga sempat menjadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf pada Pemilu 2019. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More