News Update

Resmi Dilantik, Pengurus Baru DPP Aprindo Bakal Perkuat Produk Dalam Negeri dan UMKM

Tangerang – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (DPP Aprindo) periode 2024-2028 resmi dilantik. Di bawah kepemimpinan Solihin sebagai ketua umum, DPP Aprindo akan berkomitmen mendukung produk dalam negeri dan UMKM.

Solihin menegaskan, Aprindo akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem ritel di Indonesia, memajukan UMKM dan mendorong ekonomi bangsa menuju kemandirian. Aprindo akan menyediakan space khusus untuk membantu mempromosikan produk dalam negeri dan UMKM.

Di samping itu, Aprindo akan menjadi jembatan bagi pengusaha ritel dan pemerintah. Kolaborasi pengusaha dan pemerintah harus diperkuat untuk bersama-sama menghadapi dan beradaptasi dengan tantangan ekonomi global, yang masih dibayangi ketidakpastian.

“Aprindo akan memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan industri ritel di era global. Membangun ekosistem ritel yang inklusif, kompetitif, dan proregsif dengan kemajuan zaman untuk berdaya saing terhadap tantangan ekonomi global,” papar Solihin kepada media usai pelantikan pengurus DPP Aprindo di Tangerang, Sabtu, 14 Desember 2024.

Baca juga: Apindo Tolak Kenaikan PPN 12 Persen: Ancam Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi
Baca juga: 3 Tantangan Ekonomi Prabowo-Gibran Versi Pengusaha

Sementara, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Septo Soepriyatno yang hadir mewakili Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengatakan, Kemendag menyakini Aprindo bisa menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem ritel di Indonesia, sekaligus memajukan produk dalam negeri dan UMKM.

“Menteri Perdagangan sangat menyambut positif diskusi peluang dan tantangan yang disampaikan Aprindo serta berkomitmen untuk membangun sinergi yang lebih erat ke depannya,” tegasnya.

Sebagai tambahan, Solihin menyatakan, agar roda organisasi berjalan lebih optimal, kepengurusannya akan menambah jumlah kordinator wilayah (korwil), yang semula hanya 4 korwil menjadi 12 korwil.

“Ini sangat diperlukan karena di perdagangan ini banyak hal detil dan aturan-aturan yang harus disosialisasikan, sehingga korwil ditambah,” pungkas Solihin. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

6 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

7 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

9 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

9 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

10 hours ago