Perbankan

Resiliensi Tinggi, BRI jadi BUMN Terbaik dan Top National Bankers

Jakarta – BRI sebagai bank yang fokus pada segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara konsisten mendorong pelaku bisnis untuk pulih. Sederet trobosan pun telah dilakukan Bank yang telah berusia 126 tahun ini agar UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dapat terus bertahan dan segera pulih, sehingga hal tersebut berdampak positif terhadap kinerja BRI.

Atas resiliensi yang tinggi dalam mempertahankan kinerja positifnya dan dalam mendorong kebangkitan UMKM, BRI dinobatkan sebagai BUMN Terbaik Kategori Bidang Keuangan Sektor Perbankan 2021 versi Majalah Investor. Penghargaan lain juga diraih oleh Direktur Utama BRI, Sunarso, sebagai Top National Bankers 2021.

Sebelumnya, Sunarso juga tercatat menerima berbagai penghargaan serupa karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai terobosan yang mendorong kinerja positif bagi BRI. Yang terbaru diantaranya yakni The Best CEO dari CNBC Indonesia Awards 2021, The Best CEO perusahaan Tbk dan The Best CEO Kategori Strategic Orientation Perusahaan Tbk dalam Anugerah BUMN 2021.

Sepanjang tahun 2021, BRI sendiri berhasil mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir September 2021 BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.026,42 triliun atau tumbuh 9,74% (yoy). Adapun capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 2,21%. Salah satu faktor utama penopang pertumbuhan kredit konsolidasian BRI yakni penyaluran kredit segmen UMKM yang tumbuh 12,50% yoy atau mencapai Rp 848,60 triliun pada akhir September 2021.

Capaian tersebut membuat proporsi kredit UMKM dibanding total kredit BRI meningkat dari 80,65% pada akhir September 2020 menjadi 82,67% pada akhir September 2021.
Di samping itu, aset perseroan juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga akhir kuartal-III tercatat aset BRI mencapai Rp1.619,77 triliun atau tumbuh 11,87% yoy. Sementara itu, laba BRI per September 2021 tercatat Rp19,07 triliun atau tumbuh 34,74% yoy.

Sunarso yang hadir secara virtual menerima penghargaan tersebut mengatakan bahwa penghargaan tersebut didedikasikan kepada Insan BRILian (pekerja BRI) atas semangat kerjanya yang terus membantu UMKM pulih dari krisis pandemi COVID-19.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk Insan BRILian yang telah mendedikasikan spirit dan semangatnya untuk senantiasa menumbuhkan UMKM. Penghargaan ini juga kami dedikasikan kepada UMKM di Indonesia untuk tetap semangat menyongsong 2022 dan tidak lelah untuk memberi yang terbaik bagi negeri ini dalam rangka memberi makna Indonesia,” kata Sunarso, 15 Desember 2021.

“Tugas seorang CEO adalah create value tetapi selalu dibuntuti dengan berbagai risiko, terutama adalah strategic risk. Cara terbaik merespon strategic risk adalah dengan selalu bertransformasi, dan transformasi tersebut menjadi kebutuhan yang rutin. Untuk itu BRI akan terus melanjutkan transformasi, khususnya di area digital dan culture. Agar BRI senantiasa dapat melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya seminimal mungkin,” tambah Sunarso.

Peraih penghargaan ini lebih dulu melewati penilaian ketat dengan tim dengan juri yang dipimpin Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani. Terdapat tiga parameter utama penilaian, yaitu kinerja keuangan dengan bobot penilaian 40%, survei ke pelaku pasar dan stakeholder perusahaan dengan bobot 30% serta adjustment juri sebesar 30%.

Usai melewati proses penjurian, terpilih delapan CEO di beberapa kategori yang ditetapkan sebagai Tokoh Finansial Indonesia 2021. Delapan CEO ini menyisihkan 16 nominator lainnya. Adapun tema yang diusung dalam pemilihan TFI tahun ini adalah kiprah para CEO dalam menghadapi pandemi, digitalisasi, dan penerapan Environment, Social, Governance (ESG). (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

31 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago