Jokowi; Gelar reshuffle. (Foto: Budi Urtadi)
Reshuffle beberapa anggota Kabinet Kerja perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah. Paulus Yoga
Jakarta–Pergantian menteri Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kabarnya dilakukan pada siang atau sore hari ini akan memuncukan nama-nama baru yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja pemerintah.
Hal ini menyusul dipanggilnya para menteri terkait, menemui Presiden tadi malam. Pemanggilan ini erat kaitannya dengan isu reshuffle di tubuh Kabinet Kerja.
Adapun nama yang santer muncul untuk mengisi pos pembantu presiden Jokowi yang baru adalah mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution yang digadang-gadang mengisi posisi Menko Perekonomian
Nama lainnya menurut info dari dalam Istana yang diterima Infobank, Rabu, 12 Agustus 2015 adalah Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan di pos Menko Polhukam, eksMenko Perekonomian Rizal Ramli akan menjadi Menko Kemaritiman, Thomas Lembong mengisi pos Menteri Perdagangan, serta Pramono Anung yang bakal didaulat menjadi Sekretaris Kabinet.
Sementara Sofyan Djalil akan digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago. (*)
@bangbulus
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More