Peluncuran BRIsat. (Foto: Istimewa)
Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berniat memperkuat jangkauan dan layanan di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tak tanggung-tanggung, bank berkode saham BBRI ini berniat meluncurkan satelit baru pada 2023. Menyusul BRIsat yang telah lebih dulu mengorbit sejak Juni 2016.
“Kita mengambil satelit baru selain untuk backup juga untuk menambah spektrum. Dengan spektrum L-band, kita bisa mengelola bisnis yang lebih sesuai dengan spektrumnya. Dengan satelit kita sekarang, kita tidak bisa menyentuh bisnis-bisnis dalam spektrum L-band,” terang Direktur Utama BRI, Suprajarto di Jakarta, belum lama ini.
Sebagai informasi, Jaringan satelit L Band biasanya dimanfaatkan untuk perangkat telekomunikasi bergerak seperti ponsel GSM maupun GPS. BRI menilai lewat kehadiran satelit baru dengan jaringan L Band dapat mendukung kinerja aplikasi BRISPOT.
“Sebagai bank yang serius menggarap segmen UMKM, dengan menggunakan spektrum frekuensi L Band akan lebih efektif dan akurat dalam komunikasi, sehingga potensi bisnis juga makin besar,” imbuh Suprajarto.
Satelit BRIsat sendiri merupakan satelit dengan spektrum frekuensi C-band dan Ku-band yang ditempatkan di orbit 150,5 derajat bujur timur dan beroperasi di atas wilayah Papua atau wilayah timur Indonesia.
Mendukung Supra, Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI, Indra Utoyo mengatakan, bahwa kebutuhan jaringan layanan perbankan BRI akan semakin besar dan satu satelit tidak akan cukup. Maka dari itu, perseroan membutuhkan tambahan satelit. Hingga saat ini, BRI sudah punya slot lintasan satelit baru yang terletak di 103 bujur barat. (*) Evan
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More