Kantor Superbank. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Kabar mengenai rencana PT Super Bank Indonesia (Superbank) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering (IPO) kembali mencuat.
Dalam tangkapan layar yang beredar, Kamis, 7 November 2025, Superbank disebut akan melepas sebanyak 5,20 miliar saham dengan rentang harga Rp500-1.030 per saham. Jika terealisasi, aksi korporasi ini berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp5,36 triliun.
Selain itu, disebutkan pula jadwal perkiraan IPO Superbank, di mana masa penawaran awal akan berlangsung pada 17-24 November 2025, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 11 Desember 2025.
Baca juga: Kabar IPO Superbank Kembali Mencuat, BEI Tegaskan Hal Ini
Menanggapi kabar tersebut, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan komentar sebelum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin resmi untuk menyampaikan prospektus ke publik.
“Terkait dengan prospektus, merujuk pada Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 nomor 2 ayat a, terdapat larangan bagi pihak-pihak menyampaikan Prospektus Ringkas, sebelum diterimanya pernyataan OJK bahwa emiten wajib mengumumkan Prospektus Ringkas sesuai dengan Formulir Nomor: IX.A.2-9 lampiran 9 tersebut,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 7 November 2025.
Sementara itu, pihak Superbank juga enggan menanggapi rumor tersebut lebih jauh.
“Fokus kami adalah menjaga kinerja yang kuat melalui solusi keuangan inovatif, pertumbuhan jumlah nasabah, serta kolaborasi dengan ekosistem terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia,” ujar Juru Bicara Superbank.
Sebagai informasi, pada kuartal III 2025, Superbank mencatat laba sebelum pajak atau Profit Before Tax (PBT) sebesar Rp80,9 miliar, tumbuh seiring dengan lonjakan pendapatan bunga bersih sebesar 176 persen yoy menjadi Rp1,1 triliun.
Baca juga: Superbank Tegaskan IPO Bukan Agenda Utama Tahun Ini
Kinerja positif itu juga terlihat dari penyaluran kredit yang mencapai Rp9,04 triliun atau naik 84% secara tahunan, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melonjak 203% yoy menjadi Rp9,8 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More