Remehkan Kasus Jiwasraya dan Asabri, OJK: Ini Sizenya Masih Kecil

Remehkan Kasus Jiwasraya dan Asabri, OJK: Ini Sizenya Masih Kecil

Gara-gara Perang Dagang OJK Pesimis Dengan Pertumbuhan Kredit
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku tidak merasa kecolongan terhadap permasalahan yang terjadi di beberapa perusahaan jasa keuangan. Padahal, beberapa permasalahan seperti Asuransi Jiwasraya, AJB Bumiputera 1912, Asabri, PT Taspen dan PT Bank Muamalat sudah mulai bermunculan akhir-akhir ini.

OJK bahkan meremehkan kasus yang terjadi pada Asuransi Jiwasraya, dan Asabri. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020 menyebut, beberapa masalah asuransi yang sedang terjadi saat ini masih dalam skala kecil bila dibandingkan dengan industri secara keseluruhan.

“Pertumbuhan ekonomi 5 persen, tapi memang di beberapa lembaga keuangan yang mengalami penanganan ini size nya masih kecil di banding industri-industri,” tegas Wimboh.

Wimboh juga mengklaim, hingga saat ini stabilitas masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari angka pertumbuhan kredit perbankan yang masih diangka 6,08%, meski menurun dari tahun 2018 yang mampu mencapai 11%.

Sebelumnya, menanggapi permasalahan yang terjadi dengan industri jasa keuangan, Komisi XI DPR RI telah membentuk Panitia Kinerja Pengawasan Keuangan. Tak tanggung tanggung, DPR akan mengawasi 5 Perusahaan bermasalah yakni Asuransi Jiwasraya, AJB Bumiputera 1912, Asabri, PT Taspen (Persero) dan Bank Muamalat. (*)

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]