Jakarta – Di tengah pandemi Covid-19, anak perusahaan Reliance Group yang bergerak di bidang pembiayaan (multifinance), yakni PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia (Reliance Finance/REFI) menerbitkan obligasi pertamanya senilai RP400 miliar.
Sebelumnya, Reliance Finance telah berhasil menerbitkan medium term notes (MTN) sebanyak lima kali sejak tahun 2013, dengan rekam jejak pembayaran yang baik. Dalam penerbitan tersebut REFI membagi emisi tersebut ke dalam 3 seri masing-masing seri A dan B masing-masing dengan nilai pokok sebesar Rp100 miliar dan seri C sebesar Rp200 miliar.
Obligasi Reliance Finance ini diklaim dapat menjadi pilihan menarik bagi investor, di tengah turunnya suku bunga deposito di masa pandemi. REFI menawarkan kupon sebesar 8% untuk Seri A dengan tenor 370 hari. Sedangkan seri B menjanjikan kupon sebesar 9% untuk tenor 3 tahun. Sementara, untuk seri C dengan tenor 5 tahun besaran kuponnya mencapai 9,5%.
Obligasi REFI ini mendapatkan rating irBBB (Triple B) dari PT Kredit Rating Indonesia. Pertimbangannya, antara lain, ROA yang lebih tinggi dari rata-rata industri, di nilai cukup baik. Dengan size dan market cap REFI saat ini sebagai awal yang baik dengan potensi untuk menaikkan ratingnya ke depannya seiring pertumbuhan bisnis ke depannya.
Adapun bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi pada penawaran umum obligasi ini adalah PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, dan selaku Wali Amanat adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB).
“Penerbitan Obligasi I REFI Tahun 2022 ini merupakan landasan awal bagi REFI untuk terus bertumbuh secara berkesinambungan, sehingga menjadi perusahaan pembiayaan terdepan bagi masyarakat berpenghasilan menengah bawah khususnya di pembiayaan perumahan, produktif UMKM dan multiguna di Indonesia. Obligasi yang kami tawarkan merupakan pilihan menarik dan kredibel bagi investor yang ingin mendapatkan imbal hasil investasi yang menarik ditengah kondisi saat ini,” papar Iman Pribadi selaku Direktur Utama Reliance Finance. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More
Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More
Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More
Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More