News Update

Relaksasi LTV, BCA: Hati-Hati Dengan NPL

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyambut positif adanya kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah merelaksasi aturan Loan to Value (LTV) dan Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kepemilikan properti, baik rumah tapak, rumah tinggal maupun rumah kantor (rukan) dan rumah toko (ruko).

Walaupun begitu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyebut, kebijakan tersebut harus disikapi secara dewasa oleh perbankan dengan tetap berhati-hati terhadap risiko kredit (Non Performing Loan/NPL) masing-masing perbankan.

“Kalau (relaksasi) LTV terlalu besar juga bahaya buat risikonya,” kata Jahja ketika dihubungi Infobank di Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019.

Menurutnya, relaksasi LTV harus terlebih dahulu disesuaikan dengan kredit profile nasabah. Menurutnya, menjaga kualitas kredit lebih penting ketimbang penyaluran kredit yang terlalu berlebihan.

“Yang penting sudah ada dukungan BI, pelaksanaan akan disesuaikan dengan risk apetite masing-masing bank,” kata Jahja.

Sebagai informasi, hingga semester-I 2019 portofolio kredit BCA sendiri meningkat 11.5% YoY menjadi Rp565,2 triliun. Sementara Rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level yang dapat ditoleransi sebesar 1,4%.

Sebelumnnya, dengan adanya relaksasi kebijakan LTV BI yang mulai berlaku efektif 2 Desember 2019 ini, akan membuat uang muka atau down payment (DP) yang dibayar debitur KPR/KPA atau properti lainnya berkurang. Semakin longgar atau besar rasio LTV maka semakin kecil uang muka yang disediakan konsumen.

Dengan demikian, kondisi tersebut diharapkan dapat mendongkrak penyaluran KPR perbankan nasional. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Perang AS-Iran Masih Memanas, Rupiah Dibuka Melemah

Poin Penting Rupiah melemah di pembukaan perdagangan ke level Rp16.971 per dolar AS, turun 0,08… Read More

46 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini (16/3): Galeri24-UBS Stagnan, Antam Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada 16 Maret 2026. Harga… Read More

1 hour ago

IHSG Masih Lanjut Dibuka Turun 0,56 Persen ke Level 7.098

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,54 persen ke level 7.098 pada awal perdagangan Senin (16/3).… Read More

1 hour ago

IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More

2 hours ago

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

7 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

19 hours ago