News Update

Relaksasi DP 0%, Dongkrak Pengajuan KPR di Bank Himbara Hingga 40%

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai, relaksasi uang muka atau down payment (DP) rumah 0% telah mendongkrak tingkat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perbankan. Terutama pada pengajuan KPR di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau Bank Milik Negara yang meningkat hingga 40%.

“Ketentuan DP 0% ini khususnya oleh bank Himbara menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari aplikasi Kredit KPR. Tercatatkan sebesar 6,5% sampai dengan 40% secara Month to Month (MtM) di bulan Maret lalu,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Yanti Setiawan dalam Webinar Akurat bertema ‘Relaksasi DP 0% Sebagai Senjata Utama Peningkatan Kredit’, di Jakarta, Rabu, 7 April 2021?

Berdasarkan data tersebut, Yanti menilai kebijakan relaksasi rasio loan to value/financing to value (LTV/ FTV) untuk kredit pembiayaan properti maksimal 100%, dianggap cukup efektif dalam memulihkan industri properti dan turunannya. “Ini jadi sinyal positif untuk perbankan disalurkan kreditnya, di mana permintaan properti diperkirakan meningkat,” ucapnya.

Namun demikian, lanjut Yanti, kebijakan relaksasi untuk sektor properti ini tidak serta merta cukup untuk membantu pemulihan ekonomi nasional. Menurutnya, tak semua bank bisa memberikan pelonggaran LTV hingga 100%, sebab bank sentral hanya mengizinkan bank yang memenuhi kriteria kesehatan rasio kredit bermasalah (NPL/NPF) tertentu. 

Di diskusi yang sama, Ekonom Senior Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah pun menyatakan, kebijakan untuk mendorong kredit perbankan yang diluncurkan oleh pemerintah dan otoritas keuangan, termasuk relaksasi rasio LTV/ FTV untuk kredit pembiayaan properti 100%, belum akan berdampak optimal ke perekonomian karena pandemi Covid-19 masih ada.

Piter menilai, kebijakan DP 0% ini tidak bisa dilihat secara parsial. Melainkan satu paket dengan berbagai kebijakan lain dari pemerintah dan otoritas keuangan agar bisa berdampak pada pertumbuhan kredit bank, dan perekonomian secara umum. 

“Karena kebijakan-kebijakan ini harus dilihat dari bagian dari kebijakan pemerintah dan otoritas dalam meningkatkan ketahanan ekonomi kita dalam menghadapi pandemi. Saya mengusulkan kebijakan (DP 0 persen) ini jangan dilakukan dalam jangka pendek, tapi lebih panjang agar bisa memanfaatkan momentum ketika pandemi berakhir nanti,” ungkap Piter.

Di sisi lain, meski mengaku optimistis program relaksasi uang muka atau down payment 0% produk properti yang diterbitkan BI akan disambut baik oleh masyarakat dan meningkatkan kredit. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) pun masih akan selektif dan bertahap untuk menerapkan kebijakan tersebut.

“Kita lihat dulu untuk developer, konsumennya, bagaimana ketentuan inden, bisa cair 90% dan lain-lain. Dari sisi pengembang properti, tidak semua jenis properti cocok dengan DP 0%. Sebab, hanya beberapa jenis properti saat ini lebih prospektif ketimbang lainnya. Kami lihat lagi. Kita lebih cenderung untuk rumah tapak dulu. kita lihat perkembangan aturan ini,” tambah Mortgage Head Bank BTN Hanafi.

BTN sendiri menargetkan KPR subsidi tumbuh hingga 7 sampai 9%. Kemudian untuk non subsidi, pertumbuhan kredit ditargetkan sebesar 4-5%. Adapun target penyaluran kredit subdisi sebesar 130 ribu unit, dan non sebesar 24 ribu unit. “Target ini inline dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 4,5% hingga 3,5%,” tutup dia. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

38 mins ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

1 hour ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

2 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

2 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

2 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

5 hours ago