Internasional

Rekening Ditutup, Donald Trump Gugat JPMorgan 5 Miliar Dolar AS

Poin Penting

  • JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan setelah peristiwa 6 Januari di Gedung Capitol AS.
  • Trump menggugat JPMorgan dan CEO-nya, Jamie Dimon, senilai USD5 miliar dan menuding bank menargetkannya secara politis.
  • JPMorgan tidak mengungkap alasan spesifik penutupan rekening dan menyatakan gugatan Trump tidak berdasar serta meminta pemindahan perkara ke New York.

Jakarta – JPMorgan Chase menyatakan bahwa telah menutup rekening milik Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, Donald Trump, dan bisnis perhotelannya pada Februari 2021. 

Informasi tersebut terungkap dalam dokumen baru yang dirilis Jumat (20/2) sebagai bagian dari gugatan senilai USD5 miliar yang diajukan Trump terhadap JPMorgan Chase dan CEO-nya Jamie Dimon.

Dinukil Reuters, penutupan rekening Trump dilakukan sekitar satu bulan setelah serangan pada 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS oleh para pendukung Trump.

Baca juga: Adu Kekayaan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, Siapa Paling Tajir?

Pada periode yang sama, sejumlah institusi juga mengambil langkah serupa, termasuk PGA of America yang membatalkan penyelenggaraan PGA Championship 2022 di klub golf milik Trump di Bedminster, New Jersey.

Alasan Tidak Diungkap, Gugatan Bergulir

JPMorgan tidak mencantumkan alasan spesifik dalam surat tertanggal 19 Februari 2021 yang ditujukan kepada Trump dan Trump Organization.

Dalam salah satu surat, JPMorgan menyatakan bahwa dalam kondisi tertentu, kepentingan klien tidak lagi dilayani dengan mempertahankan hubungan dengan J.P. Morgan Private Bank.

Baca juga: Prabowo-Trump Sepakati Tarif Resiprokal 19 Persen, Begini Pandangan Ekonom

Hingga kini, juru bicara JPMorgan belum memberikan tanggapan. Kuasa hukum bank dari firma Jones Day juga belum merespons. Sebelumnya, JPMorgan menyatakan gugatan yang diajukan Trump tidak berdasar.

Sementara itu, juru bicara tim hukum Trump menyebut bank telah secara tidak sah dan sengaja menutup rekening Presiden Trump, keluarganya, dan bisnisnya sehingga menimbulkan kerugian finansial besar.

Trump menuduh JPMorgan, bank terbesar di AS, melanggar kebijakannya sendiri dengan menargetkannya untuk memanfaatkan “arus politik.”

Surat penutupan rekening tersebut diajukan pada Jumat sebagai bagian dari mosi JPMorgan untuk memindahkan gugatan dari pengadilan federal Miami ke New York.

“Hubungan yang sangat kuat antara perselisihan ini dengan New York memperkuat hasil ini,” kata bank tersebut dalam mosinya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

2 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

14 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

14 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

14 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

14 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

14 hours ago