Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin (kedua dari kanan) menghadiri acara pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada Senin, 8 September 2025. (Foto: Dok. Kemhan)
Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin resmi dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim, menggantikan Budi Gunawan.
Penunjukan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029 pada 8 September 2025.
Dilansir ANTARA, Selasa, 9 September 2025, Sjafrie langsung memimpin rapat perdana di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.
Sjafrie dikenal sebagai salah satu sosok yang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Kedekatan itu terjalin sejak keduanya menempuh pendidikan di Akademi Militer tahun 1974.
Ia lulus sebagai lulusan terbaik dengan menyandang gelar Adhi Makayasa. Karier militernya pun terus menanjak hingga dipercaya menempati berbagai posisi strategis.
Baca juga: Reshuffle Kabinet, Ini Daftar Menteri yang Dilantik Presiden Prabowo
Lulus dari akademi militer, Sjafrie langsung masuk ke Korps Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopashanda), cikal bakal Kopassus. Bersama Prabowo, ia terlibat dalam berbagai penugasan di daerah konflik seperti Timor Timur, Aceh, hingga Papua.
Sjafrie kemudian dipercaya sebagai Komandan Grup A Paspampres yang bertugas mengawal Presiden Soeharto, termasuk saat kunjungan berisiko tinggi ke Bosnia Herzegovina pada 1995.
Setelah itu, ia menjabat sejumlah posisi penting seperti Danrem 061/Suryakencana, Kasgartap I Ibu Kota, Kasdam Jaya, hingga Pangdam Jaya.
Salah satu puncak kariernya adalah saat memimpin Kodam Jaya pada 1998, di tengah gelombang aksi massa yang menuntut pengunduran diri Presiden Soeharto.
Baca juga: Profil Sjafrie Sjamsoeddin, Jenderal Pensiunan yang Duduki Kursi Menteri Pertahanan di Kabinet Prabowo
Karier Sjafrie berlanjut pascareformasi. Ia menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Aster Kasum TNI, Kapuspen TNI, hingga Sekjen Kementerian Pertahanan (2005–2010).
Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sjafrie diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan (2010–2014). Pria kelahiran Makasar, 30 Oktober 1952 itu juga sempat menjadi Asisten Menhan bidang Manajemen Pertahanan (2019–2024).
Kini, di usia 72 tahun, Sjafrie menjadi menteri tertua di Kabinet Merah Putih. Ia merangkap dua jabatan strategis sekaligus, yakni Menhan dan Menko Polkam ad interim, yang berperan penting menjaga stabilitas politik, keamanan, dan pertahanan Indonesia. (*)
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More