News Update

Rekam Jejak Friderica Widyasari Dewi Bos OJK yang Baru

Poin Penting

  • OJK menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK
  • OJK menegaskan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal guna menjaga stabilitas sektor keuangan
  • Friderica memiliki pengalaman panjang di pasar modal (BEI, KSEI, BRI Danareksa Sekuritas) dengan latar pendidikan mumpuni dari UGM dan AS, serta sertifikasi WMI dan WPEE dari OJK.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi sebagai anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Kiki sapaan akrabnya menggantikan posisi Mahendra Siregar selaku Ketua Dewan Komisioner OJK dan Wakil Ketua Komisioner OJK yakni Mirza Adityaswara, yang menyampaikan pengunduran diri, pada Jumat (30/1).

Keputusan jabatan Pejabat Pengganti ini berlaku efektif tanggal 31 Januari 2026. OJK juga memastikan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun layanan kepada masyarakat tetap dilakukan secara optimal untuk terus menjaga stabilitas sektor keuangan dan memperkuat pelindungan konsumen.

Baca juga: Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK

Profil Friderica Widyasari Dewi

Sebelum dilantik menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Kiki memiliki rekam jejak panjang di pasar modal dengan latar belakang pendidikan mentereng.

Menukil laman OJK, Kiki telah menjalani lebih dari 10 tahun berkarier di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (2009-2015).

Kariernya berlanjut di self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016.

Selanjutnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT KSEI pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020-2022). 

Kiki juga diketahui memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019.  

Di luar dari karier moncernya tersebut, rupanya Kiki pernah berprofesi sebagai artis Ibu Kota. Sosoknya pun sering wara-wiri di layar televisi.

Bahkan, setelah mengikuti ajang kontes kecantikan dan menyabet gelar Diajeng Yogyakarta pada 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995, tawaran bermain sinetron, bintang iklan, presenter, hingga model membanjirinya. 

Tercatat sejumlah sinetron yang pernah dibintangi Kiki, antara lain “Doaku Harapanku”, “Panji Manusia Milenium”, dan “Angling Darma”.

Baca juga: Timing Mundur Petinggi OJK Dinilai Tepat untuk Redam Gejolak Pasar

Latar Belakang Pendidikan

Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia memulai pendidikan tinggi dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2001. 

Kemudian, ia meneruskan studi ke California State University, Amerika Serikat, dan berhasil memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 2004. 

Ia kemudian kembali melanjutkan studi ke UGM dan meraih gelar Doktor bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada 2019. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BEI Proyeksi Outflow Investor Asing pada Maret 2026 Tak Terlalu Deras, Ini Alasannya

Poin Penting BEI memproyeksikan outflow investor asing pada Maret 2026 tidak terlalu deras karena turnover… Read More

17 mins ago

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dalam Kasus Kuota Haji yang Menjerat Gus Yaqut

Poin Penting KPK menyita aset lebih dari Rp100 miliar terkait penyidikan kasus dugaan korupsi kuota… Read More

32 mins ago

Investor Asing Inflow Rp905,27 Miliar, 5 Saham Ini Terbanyak Diborong

Poin Penting Investor asing mencatat net buy Rp905,27 miliar pada perdagangan 12 Maret 2026. Saham… Read More

1 hour ago

LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi, Target Berlaku 2027

Poin Penting LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis (PPP) pada 2027, dengan implementasi penuh direncanakan… Read More

1 hour ago

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Dibuka di Level Rp16.923 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah dibuka turun 0,18 persen ke Rp16.923 per dolar AS. Lonjakan harga minyak… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini (13/3) Anjlok, per Gram jadi Segini

Poin Penting Emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak mengalami penurunan pada 13 Maret 2026. Harga… Read More

3 hours ago