Seminar Infobank; Outlook perbankan 2015, melambat. (Foto: Zidni Hasan).
Pertumbuhan pasar properti masih terhambat akibat tingginya suku bunga BI dan tertekannya nilai tukar rupiah. Rezkiana Nisaputra
Jakarta – Kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus tertekan, serta tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di level 7,5%, membuat perkembangan pasar properti kurang bergairah.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia (REI), Hari Raharta Sudrajat saat seminar yang diselenggarakan Infobank, di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2015. Dia menilai, masih ada kebijakan yang dianggap memberatkan pengembang dan masyarakat sebagai konsumen.
Dia mengungkapkan, BI Rate yang saat ini berada di level 7,5%, dianggap masih terbilang cukup tinggi, sehingga telah menyebabkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan apartemen masih berpotensi di kisaran dua digit. “Kondisi ini membebani masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki rumah,” ujarnya.
Sementara itu terkait dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi, kata dia, juga telah membebani para pengembang. Pasalnya, hal tersebut ikut memicu lonjakan harga bahan bangunan yang berdampak pada naiknya harga properti yang dijual pengembang.
“Ini membuat penurunan transaksi properti karena masyarakat lebih memilih mementingkan pemenuhan kebutuhan primer lainnya,” tutup Hari. (*) @rezki_saputra
Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More
Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More
Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More