Jakarta — Realestat Indonesia (REI) menargetkan pertumbuhan industri properti mencapai 15% sepanjang tahun ini. Ketua REI, Eddy Hussy, mengatakan pertumbuhan ini akan lebih didukung dari pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan membaik pada tahun ini.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah terlihat membaik sejak kuartal akhir tahun 2015 dan akan berlanjut pada 2016. Kebijakan-kebijakan pemerintah juga turut berpengaruh terhadap industri properti ini.
“Adanya dorongan pemerintah, penurunan BI Rate, dan penurunan suku bunga KPR akan mendukung target pertumbuhan tadi,” jelasnya saat menjadi salah satu narasumber dalam seminar Property and Morgage Summit 2016 yang diselenggarakan oleh Infobank Institute bekerja sama dengan Perbanas.
Dia melanjutkan, penyaluran properti ini akan lebih didukung dari permintaan rumah kelas menengah ke bawah. Pasalnya, program pemerintah lebih banyak menyasar di ranah ini melalui program subsidi.
Masih menurut Eddy, rangsangan pertumbuhan properti ini juga perlu dukungan dari pihak perbankan. Dengan turunnya suku bunga acuan, diharapkan perbankan akan merespon dengan cepat kebijakan ini.
“Tidak ada bunga ideal untuk KPR. Tahun lalu bunga KPR masih di atas 12% dengan BI Rate 7,5%, kalau bisa tahun ini bisa lebih rendah lagi. Makin kecil bunganya makin bagus untuk industri. Kalau bisa single digit lebih bagus,” tutupnya.(*) Indra Haryono
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More
Poin Penting INFOBANK15 menguat 0,80 persen ke 1.025,73, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah… Read More
Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72 persen ke level 8.271,76, dengan kapitalisasi… Read More