Booster Vaksin
Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi dan mekanismen terkait dengan pemberian vaksin booster atau dosis ketiga COVID-19. Ketentuan itu meliputi untuk yang berbayar maupun gratis.
Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan munculnya varian atau mutasi baru virus corona yang dapat menyebabkan gelombang ketiga dalam pandemi COVID-19.
Airlangga mengatakan, Presiden memintanya agar melakukan kalkulasi secara lebih detail dan untuk harga vaksin akan dimatangkan kembali. “Vaksin berbayar ini akan menyasar sebanyak 93,7 juta jiwa. Kemudian, setidaknya 87,4 juta jiwa yang terdaftar dalam penerima bantuan iuaran (PBI) di BPJS Kesehatan ditargetkan akan mendapatkan vaksin gratis dengan total kebutuhan 97,1 juta dosis” terang Airlangga.
Vaksin booster ini, lanjutnya, juga dipersiapkan bagi kalangan anak yang berusia 12 tahun yang mencapai 4,4 juta anak, dengan estimasi kebutuhan vaksin sebanyak 9,9 juta dosis.
Di sisi lain, vaksin berbasis iuran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) adalah sebanyak 27,2 juta atau dengan perkiraan 30,2 juta dosis vaksin.
“Total, ada sekitar 137,2 juta orang khusus untuk program vaksin” pungkasnya.(*)
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More