Keuangan

Regulasi Baru Asuransi Kesehatan Disiapkan OJK, Ini Sikap Manulife

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah bersiap menyusun Peraturan OJK (POJK) tentang penguatan ekosistem asuransi kesehatan, menyusul perintah dari DPR untuk menunda implementasi Surat Edaran OJK (SEOJK) No. 7 Tahun 2025.

Padahal, dalam SEOJK No.7 Tahun 2025 itu terdapat beberapa skema asuransi kesehatan yang seharusnya mulai diberlakukan secara efektif pada 1 Januari 2026, salah satunya adalah kebijakan co-payment.

Menanggapi hal tersebut, Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Shierly Ge, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk terkait kebijakan co-payment.

Baca juga: Co-Payment Ditunda, OJK Siapkan POJK Baru Asuransi Kesehatan

Tidak hanya itu, Manulife Indonesia juga menyatakan siap bekerja sama dengan asosiasi industri untuk merumuskan kebijakan yang seimbang antara perlindungan nasabah dan keberlanjutan industri.

“Namun, implementasi kebijakan ini memerlukan edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kebingungan atau persepsi negatif terhadap manfaat asuransi,” ujar Shierly kepada Infobanknews dikutip, Rabu, 16 Juli 2025.

Klaim Asuransi Tembus Rp377 Miliar hingga April 2025

Sementara itu, terkait dengan klaim asuransi kesehatan, Manulife Indonesia mencatat telah membayarkan klaim senilai Rp377 miliar hingga April 2025.

Sedangkan, total beban klaim dan manfaat per Mei 2025 tercatat sebesar Rp4,14 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp3,27 triliun.

Baca juga: Meski Menantang, Manulife Pede Bisnis di Semester II 2025 Akan Tetap Tumbuh

Kenaikan total beban klaim dan manfaat tersebut ditopang oleh klaim dan manfaat dibayar per Mei 2025 sebesar Rp1,43 triliun, klaim penebusan unit senilai Rp1,64 triliun, serta lonjakan kenaikan pencadangan premi hingga Rp1,15 triliun.

Pendapatan Manulife Naik, Tembus Rp4,97 Triliun

Adapun dari sisi total pendapatan, Manulife Indonesia berhasil mencatatkan total pendapatan sebesar Rp4,97 triliun hingga Mei 2025.

Angka tersebut ditopang oleh pendapatan premi sebesar Rp3,89 triliun dan hasil investasi yang meningkat dari tahun 2024 menjadi Rp1,02 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ma’ruf Amin Optimistis Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Mampu Tembus 50 Persen

Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More

56 mins ago

Tingkatkan Recurring Income, Emiten Properti SMRA Tambah Portofolio Bisnis Hotel

Poin Penting Harris Hotel & Convention Serpong resmi dibuka, menjadi hotel ketiga brand Harris milik… Read More

1 hour ago

Total Pendapatan Asuransi Jiwa 2025 Capai Rp238,71 Triliun, Tumbuh 9,3 Persen

Poin Penting Total pendapatan asuransi jiwa 2025 mencapai Rp238,71 triliun, naik 9,3 persen yoy, namun… Read More

1 hour ago

Bank BPD Bali Imbau Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Nyepi dan Lebaran

Poin Penting Bank BPD Bali mengingatkan nasabah meningkatkan kewaspadaan karena momentum pencairan THR dan meningkatnya… Read More

2 hours ago

Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit di Maluku, Segini Nilai Kontraknya

Poin Penting Waskita Karya (WSKT) mengerjakan pembangunan gedung baru seluas 8.438 m² senilai Rp217,97 miliar,… Read More

2 hours ago

Transformasi Layanan BTN, dari Bank KPR Menuju Full Banking Services

Poin Penting BTN dorong transformasi beyond mortgage untuk menjadi bank dengan layanan perbankan lengkap Proses… Read More

3 hours ago