Redam Outflow Asing, Saham-saham Big Caps Butuh Sentimen Baru dari Pemerintah

Jakarta – Aliran dana investor asing pada perdagangan Senin, 1 September 2025 kembali tercatat keluar dari Indonesia, dengan net foreign sell tembus senilai Rp2,14 triliun.

Dana asing yang outflow tersebut didominasi oleh saham perbankan berkapitalisasi jumbo, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp1,60 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp734,15 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp110,22 miliar.

Meski demikian, sejumlah saham perbankan telah mengalami rebound pada penutupan perdagangan sesi I hari ini (2/9) yang mengikuti pergerakan IHSG yang ditutup naik ke level 7.826,31 dari posisi 7.736,06 atau menguat 1,17 persen.

Baca juga: Dana Asing Kabur Rp2,14 Triliun, Saham BBCA, BMRI, dan BBRI Paling Banyak Dilego

Terpantau, harga saham BBCA naik 0,62 persen ke Rp8.050, BBRI menguat 0,50 persen menyentuh posisi Rp4.000, dan BMRI meningkat 0,22 persen menjadi ke level Rp4.610 per saham.

Melihat hal tersebut, Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, mengatakan dengan kondisi dana asing yang masih keluar deras perlu dikaji lebih lanjut hingga akhir penutupan perdagangan hari ini, karena outflow dana asing memengaruhi gerak daripada saham perbankan.

“Jika hari ini asing masih net sell, maka ada kemungkinan penurunan perbankan akan berlanjut beberapa hari ke depan paling tidak untuk minggu ini saja,” ucap Reydi kepada Infobanknews di Jakarta, 2 September 2025.

Baca juga: Entitas Lippo Group Borong 747,7 Juta Saham NOBU, Gelontorkan Dana Segini

Reydi menambahkan, kondisi tersebut dapat berlanjut apabila belum terdapat respons yang konkret dari pemerintah. Dalam hal ini, respons investor terhadap ketidakpastian politik cukup erat, sehingga penting bagi mereka melihat sentimen kondisi sosial-politik mereda. 

Adapun, pada awal perdagangan Senin (1/9) investor masih merespons negatif pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian politik dalam negeri yang tercermin dari penurunan IHSG sebanyak 3,37 persen ke level 7.566,84. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Friksi Berujung Selingkuh

Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia HUBUNGAN romantis nyaris tidak pernah runtuh… Read More

13 hours ago

OJK Tegaskan Arah UUS Asuransi: Spin Off atau Kembalikan Izin

Poin Penting Spin-off UUS memasuki fase krusial menjelang tenggat akhir 2026 sesuai POJK No.11/2023, dengan… Read More

14 hours ago

Breaking News! KPK OTT Pegawai Kantor Pajak Jakarta Utara, 8 Orang Diamankan

Poin Penting KPK menggelar OTT di Kanwil DJP Jakarta Utara, mengamankan delapan orang beserta barang… Read More

14 hours ago

Komisi Kejaksaan (Komjak) mengapresiasi capaian kinerja Kejaksaan Agung sepanjang tahun 2025.

Komisi Kejaksaan Republik Indonesia mencatat telah menangani 29 perkara yang menarik perhatian publik sepanjang 2025.… Read More

15 hours ago

Jurus Adira Finance Genjot Pembiayaan Syariah di Awal 2026

Poin Penting Adira Finance Syariah meluncurkan Hasanah, produk pembiayaan Haji Plus berbasis prinsip syariah untuk… Read More

15 hours ago

Persaingan Makin Ketat, Perbarindo DKI Dorong BPR Jaga Loyalitas Nasabah

Poin Penting Loyalitas nasabah jadi kunci daya saing BPR, dengan dua faktor utama: kenyamanan layanan… Read More

21 hours ago