Moneter dan Fiskal

Realisasi Subsidi 2025 Capai Rp218 Triliun per Agustus, Didominasi BBM dan Listrik

Poin Penting

  • Hingga Agustus 2025, subsidi dan kompensasi untuk BBM, LPG, listrik, dan pupuk telah terealisasi sebesar Rp218 triliun.
  • Volume pemakaian BBM, LPG, listrik, dan pupuk subsidi meningkat dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat.
  • Realisasi subsidi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia (ICP), nilai tukar rupiah, dan peningkatan volume barang bersubsidi.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah merealisasikan anggaran subsidi dan kompensasi sebesar Rp218 triliun hingga Agustus 2025.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi ICP, depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG, listrik, hingga pupuk bersubsidi.

“Subsidi dan kompensasi Rp218 triliun telah digelontorkan untuk BBM, LPG, listrik dan juga pupuk bersubsidi,” kata Suahasil dalam APBN Kita, dikutip, Rabu 24 September 2025.

Baca juga: KPPU Soroti Dampak Pembatasan Impor BBM Non-Subsidi terhadap Persaingan Usaha

Suahasil menyatakan pembayaran subsidi dibayarkan sesuai jadwal, sehingga masyarakat menikmati barang dengan harga bersubsidi. Dia mencatat sejumlah pemakaian barang yang bersubsidi lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode sama.

Secara lebih rinci, BBM sudah direalisasikan sebanyak 10,63 juta kilo liter atau naik 3,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 10,28 juta kilo liter, serta LPG 3 kilogram (kg) 4,91 juta kg atau naik 3,6 persen dari tahun sebelumnya 4,74 juta kg.

Baca juga: Dirut Pertamina Bantah Monopoli di Balik Stok BBM Shell dan BP Kosong

Kemudian, listrik bersubsidi sudah terealisasi ke 42,4 juta pelanggan, naik 3,8 persen dibanding tahun sebelumnya pada Agustus 2024 sebanyak 40,9 juta pelanggan, dan pupuk subsidi sebanyak 5 juta ton, naik 12,1 persen dibandigkan tahun lalu 4,4 juta ton.

“Semoga ini terus membantu bergerakanya perekonoman di masyarakat,” pungkas Suahasil. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

2 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

6 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

11 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

11 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

11 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

11 hours ago