Ilustrasi: Setoran pajak November 2025 turun. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa realisasi penerimaan pajak Oktober 2025 sebesar Rp1.708,3 triliun atau 73,7 persen dari outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Capaian penerimaan pajak tersebut mengalami penurunan 2,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode sama sebesar Rp1.749,3 triliun.
Purbaya menjelaskan secara keseluruhan, realisasi APBN hingga Oktober mencerminkan pengelolaan fiskal yang berhati-hati dan prudent di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Kinerja ini didorong oleh penerimaan pajak sebesar Rp1.708,3 triliun atau 71,6 persen dari outlook 2025,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Kamis, 20 November 2025.
Baca juga: Kejar Rp20 Triliun dari Pengemplang Pajak, Purbaya: Jangan Main-main Sama Kita!
Adapun total pendapatan negara mencapai Rp2.113,3 triliun atau 73,3 persen dari outlook APBN 2025. Purbaya mengungkapkan, kinerja pendapatan negara juga didorong oleh penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp402,4 triliun.
Capaian PNBP tersebut setara 84,3 persen dari target 2025 yang sebesar Rp477,2 triliun. Purbaya menilai, hal ini menunjukkan optimalisasi sumber daya nonpajak yang semakin efektif dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara Suahasil merinci, bila dilihat secara bruto, penerimaan pajak per Oktober 2025 sebesar Rp1.799,55 triliun. Dari angka itu, pajak yang berasal dari PPh Badan sebesar Rp331,39 triliun atau naik 5,3 persen, PPh final, PPh 22, dan PPh 26 tumbuh 0,3 persen atau Rp280,25 triliun, dan lainnya Rp199,60 triliun atau tumbuh 42,8 persen.
Sementara, PPh orang probadi dan PPh 21 menurun 12,6 persen atau senilai Rp192,19 triliun, serta PPN & PPnBM Rp796,12 triliun atau turun 2,1 persen.
Baca juga: Purbaya Lapor APBN Oktober 2025 Defisit Rp479,7 Triliun
Secara neto, lanjut Suahasil, penerimaan pajak per Oktober 2025 sebesar Rp1.459,03 triliun atau 70,2 persen dari outlook laporan semester 2025.
Dari angka itu, pajak yang berasal dari PPh badan Rp237,56 triliun atau terkontraksi 9,6 persen, PPh orang pribadi dan PPh 21 Rp191,66 triliun atau turun 12,8 persen.
Kemudian, PPh final, PPh 22, dan PPh 26 Rp275,5 triliun atau terkoreksi 0,1 persen, PPN & PPnBM Rp556,61 triliun atau terkontraksi 10,3 persen, sementara pajak lainnya meningkat 42,3 persen atau Rp197,61 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More