Categories: Moneter dan Fiskal

Realisasi Penerimaan APBN-P Capai Rp1.504,5 Triliun

Jakarta–Kementrian Keuangan menyebutkan, realiasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp1.504,5 triliun. Angka ini mencapai  85,4% dari target APBN-P tahun 2015 yang sebesar Rp1.761,6 triliun.

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, adanya penambahan dari sisi pendapatan negara disebabkan karena meningkatnya penerimaan yang masuk pada detik-detik akhir 31 Desember 2015. Hal itu, ujar Bambang belum sempat ter-record didalam penerimaan per 31 Desember 2015.

Penerimaan tersebut, lanjutnya, berasal dari, satu, penerimaan perpajakan yang meliputi penerimaan dari pajak dan bea cukai sebesar Rp1.240,4 triliun atau 83,3% dari target APBN-P 2015. Dan kedua, dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp253,7 triliun atau sekitar 94,3%dari target APBN-P 2015.

Selain itu, ada realisasi penerimaan hibah yang tercatat mencapai 304%dari target APBN-P 2015 yang sebesar Rp3,3 triliun. Pencapaian hibah ini realisasinya lebih tinggi dari yang ditargetkan, yakni sebesar Rp10,4 triliun.

Kendati demikian, Bambang menjelaskan bahwa  angka-angka tersebut merupakan angka sementara, sehingga masih ada kemungkinan adanya perubahan atau penambahan. “Kenapa sementara? Karena kalau yang final nanti adalah yang sudah diaudit dalam LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat) nanti kira-kira di pertengahan tahun 2016 ini,” jelas dia. (*) Rezkiana Nisaputra

Apriyani

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

12 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

12 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

12 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

12 hours ago