Moneter dan Fiskal

Realisasi Dana TKD Tembus Rp147,7 Triliun, 21,3 Persen dari Pagu APBN 2026

Poin Penting

  • Pemerintah salurkan dana TKD Rp147,7 triliun hingga Februari 2026 (21,3 persen dari pagu), tumbuh 8,1 persen yoy.
  • Dana untuk gaji ASN daerah dan program pendidikan seperti BOS, BOP, dan tunjangan guru.
  • Pemerintah tambah TKD Rp10,65 triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar; Rp4,39 triliun sudah disalurkan.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja Transfer ke Daerah (TKD) hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp147,7 triliun atau 21,3 persen dari pagu APBN 2026 sebesar Rp693 triliun, tumbuh 8,1 persen secara tahunan (yoy).

“Transfer ke Daerah telah di transfer sampai dengan akhir Februari sejumlah Rp147,7 triliun dari alokasi secara total di APBN Rp693 triliun,” ujar Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan dalam APBN Kita, dikutip, Jumat, 13 Maret 2026.

Baca juga: Purbaya Salurkan Tambahan TKD Rp4,39 Triliun untuk Tiga Provinsi Terdampak Bencana

Suahasil mengatakan, TKD tersebut dimanfaatkan unutk mendukung pembayaran gaji 4,3 juta ASN Daerah, bantuan operasional sekolah (BOS) sebanyak 42,3 juta siswa, bantuan operasional pendidikan (BOP) sebanyak 5,8 juta siswa PAUD, program kesetaraan bagi 992 ribu siswa, dan tunjangan bagi 616 ribu guru.

“Ini semuanya adalah untuk layanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.

Suahasil melanjutkan, penyaluran TKD pada Februari 2026 didorong oleh Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, termasuk relaksasi pemyaluran bagi daerah terdampak bencana di Sumatra.

Baca juga: Aceh, Sumbar, Sumut Aman dari Pemangkasan TKD 2026, DPR Angkat Bicara

Adapun Kemenkeu mengalokasikan tambahan TKD TA 2026 sebesar Rp10,65 triliun untuk daerah-daerah di wilayah Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pada tahap satu, pemerintah telah menyalurkan menyalurkan tambahan TKD sebesar Rp4,39 triliun di akhir Februari 2026. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

5 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

6 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

6 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

6 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

6 hours ago