Hingga Juli 2018,16 Perusahaan Telah Antri Untuk IPO
Jakarta – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) hari ini (30/6), Perseroan menyampaikan bahwa realisasi atau penggunaan dana initial public offering (IPO) telah mencapai 53% pada Mei 2023.
Perseroan menjelaskan, penggunaan dana IPO tersebut digunakan untuk pembayaran lebih awal seluruh pokok utang kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk dan juga ING Bank N.V., cabang Singapura yang masing-masing sebesar USD225 juta dan USD75 juta atau setara dengan Rp4,46 triliun.
Sedangkan, untuk dana IPO lainnya digunakan untuk modal kerja Perseroan seperti biaya karyawan, biaya jasa profesional dan biaya keuangan, serta membiayai modal kerja PT Zhao Hui Nickel (ZHN) (entitas anak Perseroan), untuk pembelian bahan baku utama, bahan baku pembantu, biaya listrik, juga biaya karyawan.
Dalam RUPST, pemegang saham turut menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2022 yang mayoritas dialokasikan untuk memperkuat modal perusahaan, dimana per 2022, MBMA mencatat pendapatan sebesar USD455,74 juta dengan laba tahun berjalan senilai USD37,85 juta, dan per 31 Desember 2022, total aset perusahaan telah mencapai sebesar USD2,42 miliar.
Selain itu, dari sisi jajaran direksi, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Andrew Phillip Starkey sebagai Direktur Perseroan dan persetujuan Laporan Tahunan beserta pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku 2022.
Presiden Direktur MBMA, Devin Ridwan, mengatakan bahwa, pengangkatan Andrew dilakukan untuk memperkuat struktur manajemen dalam mengelola bisnis MBMA yang semakin besar.
“Melalui konsolidasi pada struktur manajemen serta didukung oleh rekam jejak Andrew di sektor investasi dan pertambangan, diharapkan akan semakin memudahkan gerak MBMA dalam memaksimalkan peluang di masa mendatang demi peningkatan kinerja Perseroan,” ucap Devin dalam keterangan resmi di Jakarta, 30 Juni 2023.
Adapun, komposisi Direksi MBMA setelah RUPST hari ini menjadi sebagai berikut:
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More