Jakarta – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menyebut realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga saat ini hampir mencapai Rp15 miliar.
Direktur Keuangan ASLC, Armeza Umar, menjelaskan capex tersebut digunakan untuk pengembangan cabang hingga pengembangan aplikasi berbasis IT untuk mendorong integrasi layanan Online to Offline (O2O).
“Realisasi capex sekarang mungkin sekitar hampir Rp15 miliar ya. Itu penggunaannya juga untuk pengembangan cabang dan juga untuk pengembangan aplikasi IT kami juga,” ucap Armeza dalam Paparan Publik di Jakarta, 3 September 2025.
Baca juga: Laba Bersih ASLC Turun 22,3 Persen Jadi Rp21,1 Miliar di Semester I 2025, Ini Penyebabnya
Diketahui, ASLC belum lama ini telah membuka dua cabang baru untuk Caroline.id yang telah beroperasi di Cibubur dan Pasir Kaliki Bandung. Grand Launching dari showroom di Pasir Kaliki yang merupakan cabang Caroline.id ke empat di kota Bandung ini telah dilaksanakan pada Agustus 2025.
Pembukaan cabang baru tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pendapatan ASLC di tahun ini.
Hingga semester I 2025, perseroan berhasil meraih pertumbuhan pendapatan sebanyak 17,1 persen menjadi Rp447,1 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp381,8 miliar.
Baca juga: Siapkan Capex Rp1,5 T, MIDI Pede Ekspansi Meski Ekonomi Melambat
Pencapaian pendapatan ASLC tersebut ditopang oleh segmen bisnis Caroline.id yang menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang Rp313,4 miliar atau 70 persen dari total pendapatan.
Dari sisi laba kotor perseroan tercatat tumbuh 1,3 persen menjadi Rp129,5 miliar dari Rp127,9 miliar di semester I 2024. Meski demikian, raihan laba bersih ASLC per Juni 2025 mengalami penurunan 22,3 persen menjadi Rp21,1 miliar ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya Rp27,2 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More