Moneter dan Fiskal

Realisasi Belanja Kementerian dan Lembaga Capai Rp954,4 Triliun

Jakarta – Realisasi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) hingga 14 Desember 2022 mencapai Rp954,4 triliun atau mencapai 100,9% terhadap APBN dari total belanja untuk seluruh kementerian dan lembaga.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan bahwa realisasi belanja tersebut digunakan untuk pegawai negeri, TNI, Polri, ASN sebanyak Rp256,4 triliun atau naik 3,8% dari Rp247,1 triliun di tahun sebelumnya.

“Kenaikan ini karena gaji dan tunjangan yang naiknya hanya 1,9%. Namun, tunjangan kinerja, honorarium dan lembur naik 7,7%,” ucap Menkeu dalam Realisasi APBN KITA, Selasa, 20 Desember 2022.

Kemudian, realisasi dalam belanja barang sudah dibelanjakan sebesar Rp367,5 triliun, angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar Rp435,2 triliun. Hal itu terjadi dikarenakan belanja tahun lalu didominasi oleh belanja yang berhubungan dengan pandemi.

“Ini mengalami negatif growth sebesar 15,6%. Namun, kalau kita lihat belanja yang berkaitan dengan covid menurun drastis dari tahun lalu yang sebesar Rp215,7 triliun, dan di tahun ini menjadi Rp121,4 triliun,” imbuhnya.

Meski begitu, jika dirinci pemanfaatan barang tersebut masih didominasi oleh kebutuhan kesehatan sebanyak Rp58,1 triliun, kemudian untuk Kemenhan mencapai Rp38,5 triliun, Kemenkeu Rp40,4 triliun, dan Kemenag sebanyak Rp19,2 triliun.

“Kita lihat belanja modal mencapai Rp172,1 triliun, naik dari tahun lalu yang mencapai Rp156,8 triliun di luar luncuran. Kenaikan sebesar 9,7% itu menggambarkan berbagai kegiatan pembangunan termasuk infrastruktur,” ujar Menkeu.

Pembangunan infrastruktur tersebut digunakan untuk aktivitas pembangunan oleh beberapa kementerian, seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan juga Kementerian Agama untuk membangun universitas di bawah Kemenag.

“Jalan, jaringan, dan irigasi mendapatkan Rp58 triliun, kemudian peralatan dan mesin Kementerian Pertahanan seperti pembelian alutsista mencapai Rp76,7 triliun dan untuk gedung bangunan adalah untuk kementerian seperti PUPR, Kemenhub, Kemenag, dan untuk TNI-Polri terutama dalam bentuk rumah dinas sebesar Rp23,4 triliun,” tambahnya. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

3 hours ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

13 hours ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

13 hours ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

13 hours ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

13 hours ago

Ahli Tegaskan Kasus Sritex Bukan Korupsi, Eks Dirut Bank Jateng Dinilai Tak Layak Dipidana

Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More

13 hours ago