Moneter dan Fiskal

Realisasi Bansos Capai Rp48,8 Triliun hingga Mei 2025, Ini Rinciannya

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga Mei 2025 mencapai Rp48,8 triliun, atau setara 32,6 persen dari target dalam APBN 2025.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, pada Mei 2025 saja, belanja bansos tercatat sebesar Rp5,3 triliun. Angka tersebut lebih rendah karena sebagian belanja bersifat triwulanan.

“Mungkin di bulan Maret dan April 2025 telah dibelanjakan, bulan Mei belum ada belanjanya lagi. Tapi bulan Juni akan direalisasikan,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa, 17 Juni 2025.

Baca juga: Perbaiki Penyaluran Bansos, Pemerintah Terbitkan Inpres Data Tunggal

Suahasil menambahkan, mulai triwulan II 2025, penyaluran belanja bansos mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTEN).

Saat ini, data tersebut masih dalam tahap validasi, terutama untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan pangan Non Tunai (BPNT).

“Ini termasuk adalah belanja bantuan sosial yang sedang diselaraskan dengan Data Tunggal sosial dan Ekonomi Nasional. Kita telah mengecek di Kementerian Sosial, maka sisa penyaluran bantuan sosaial berupa kartu sembako maupun PKH triwulan II 2025 akan diselesaikan mulai Juni ini, jadi belum terekam di Mei,” ungkapnya.

Baca juga: Realisasi Bansos April 2025 Turun Jadi Rp43,6 T, Wamenkeu Suahasil Ungkap Penyebabnya

Lebih lanjut, Suahasil menyebut Kementerian Sosial juga berkerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) guna mempercepat penyaluran bansos.

“Percepatan penyaluran bansos teman-teman di Kementerian Sosial bekerja sama dengan HIMBARA kita,” ungkapnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Purbaya Perpanjang Penempatan Dana di Bank Rp200 Triliun hingga September 2026

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More

59 mins ago

Allianz Life dan HSBC Indonesia Hadirkan Fund Global Berdenominasi Dolar AS

Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More

2 hours ago

Profil Nasaruddin Umar, Menag yang Laporkan Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi ke KPK

Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan penggunaan jet pribadi ke KPK sebagai bentuk transparansi dan… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Perkasa di Level 8.396, Saham Top Gainers: MEGA, HATM, dan TEBE

Poin Penting IHSG menguat 1,50 persen ke level 8.396,08 pada Senin (23/2/2026), dengan 468 saham… Read More

2 hours ago

KPK Pastikan Menag Bebas Jeratan Pidana usai Laporkan Jet Pribadi dari OSO

Poin Penting KPK menyatakan Menag Nasaruddin Umar bebas sanksi pidana karena melaporkan dugaan gratifikasi jet… Read More

2 hours ago

Ipsos Ungkap Strategi E-Wallet agar Bisa Bersinar Tanpa Super App

Poin Penting E-wallet berkembang optimal melalui kolaborasi lintas platform dan bukan sekadar transformasi menjadi super… Read More

3 hours ago