Moneter dan Fiskal

Realisasi Anggaran MBG 2025 Rp51,5 Triliun, 72,5 Persen dari Pagu APBN

Poin Penting

  • Realisasi anggaran MBG 2025 mencapai Rp51,5 triliun atau 72,5 persen dari total pagu Rp71 triliun, menyisakan Rp19,5 triliun (27,5 persen) yang belum terserap
  • Manfaat langsung ke masyarakat untuk penyediaan makanan bergizi mencapai Rp43,3 triliun, mencakup siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan
  • Hingga 7 Januari 2026, program MBG menjangkau 56,13 juta penerima di 38 provinsi dan dijalankan oleh 19.343 SPPG yang menyerap 789.319 tenaga kerja.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencata realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp51,5 triliun.

Angka tersebut setara dengan 72,5 persen dari alokasi anggaran dari APBN yang sebesar Rp71 triliun di tahun 2025. Artinya masih terdapat 27,5 persen atau Rp19,5 triliun lagi anggaran yang belum diserap.

“Realisasi anggaran (Makan Bergizi Gratis) per 31 Desember 2025 sebesar Rp51,5 triliun,” kata Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan dalam APBN Kita dikutip, Senin, 12 Januari 2026. 

Baca juga: Viral MBG Pakai Kantong Plastik, Ini Klarifikasi SPPG dan Penegasan SOP BGN

Dari total realisasi aggaran itu, Thomas menjelaskan, manfaat yang langsung diterima masyarakat untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil/menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia sebesar Rp43,3 triliun.

Sementara, data per 7 Januari 2026, penerima manfaat MBG telah mencpai 56,13 juta penerima dari target 82,9 juta yang berada di 38 provinsi.

Baca juga: 19 Ribu Lebih Dapur MBG Ditargetkan Beroperasi Mulai 8 Januari, Jangkau 55 Juta Penerima

Thomas menyebut, program MBG ini sudah dilaksanakan oleh 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menyerap sebanyak 789.319 pekerja.

“Program Makan bergizi Gratis per 7 Januari 2026, sudah 56,13 juta penerima di 38 provinsi, dimana sudah ada 19.343 SPPG  yang memperkerjakan 789.319 pekerja,” imbuhnya. (*)

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

2 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

7 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

8 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

9 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

19 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

20 hours ago