Jakarta – Genap berusia 51 tahun, PT Penjaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) berhasil melalui perjalanan yang penuh dengan berbagai tantangan di tengah akibat pandemi Covid-19.
Direktur Utama Jamkrindo, Putrama W. Setyawan menegaskan, di tengah berbagai tantangan akibat pandemi, Jamkrindo terus berkomitmen dalam memajukan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi.
”Jamkrindo melangkah ke 50 tahun kedua, setelah tahun lalu berhasil melalui usia 50 tahun dengan pencapaian kinerja bisnis yang solid. Kami berkomitmen untuk terus memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” Tegas Putrama W Setyawan saat peringatan HUT ke-50 PT Jamkrindo di Jakarta, Kamis,1 Juli 2021.
Sejak 2020, PT Jamkrindo yang menjadi bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG) mendapat penugasan dari pemerintah untuk menjamin kredit modal kerja (KMK) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Hingga 29 Juni 2021, Jamkrindo sebagai perusahaan penjaminan kredit telah menjamin KMK dalam rangka PEN sebesar Rp 17,3 triliun dengan total jumlah debitur sebanyak 1,054 juta debitur.
Sebelumnya, Jamkrindo sudah lebih dulu mendapat penugasan untuk menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total volume penjaminan KUR dari 2007 – April 2021 mencapai Rp Rp 453,7 triliun. Adapun volume tahun kalender sampai dengan April 2021 Rp 40,6 triliun, meningkat 43 persen dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 28,4 triliun.
Putrama menambahkan, perkembangan dinamika ekonomi nasional mendorong perusahaan untuk terus menerapkan bisnis dengan pengelolaan risiko yang prudent dengan tata kelola perusahaan yang baik dan penuh integritas melalui tiga pendekatan yakni product rationalization, cost efficiency, dan superior services. Jamkrindo juga sudah menerapkan three lines of defense yakni, pilar pertama adalah unit kerja teknis, pilar kedua adalah Divisi Manajemen Risiko dan PUKM, dan pilar ketiga ada Satuan Pengawas Intern (SPI). Ketiga pilar ini membantu tugas direksi dalam mengimplementasikan manajemen risiko di perusahaan.
”Selain fokus pada bisnis program dan tetap mengembangkan produk di luar penjaminan program, Jamkrindo juga terus meningkatkan kehadirannya di masyarakat melalui berbagai bantuan,” ujar Putrama.
Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Jamkrindo, Sri Mulyanto berharap, di usia yang ke 51 tahun ini Jamkrindo dapat mengatasi berbagai macam tantangan agar dapat meningkatkan kinerja operasional dan finansial perusahaan dalam rangka mewujudkan suatu pertumbuhan yang berkelanjutan.
“maka kita harus berpikir secara cepat inovatif dan kadang-kadang diperlukan berpikir out of the box. Langkah-langkah demikian ini sangat kita perlukan agar kinerja PT jamkrindo semakin hari semakin meningkat,” ungkapnya. (*) Dicky F. Maulana
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More
Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More
Poin Penting Celios menilai rencana pengiriman 8.000 pasukan RI ke Gaza berisiko mempersempit ruang fiskal… Read More