Nasional

Raup Rp5,1 M, Penipu Cantik Ghisca Debora Beli Tas Hermes hingga Plesiran ke Belanda

Jakarta – Sejumlah barang bukti bermerek alias branded milik Ghisca Debora Aritonang yang kini menjadi tersangka kasus penipuan 2.268 tiket konser Coldplay diamankan pihak kepolisian.

Barang-barang tersebut diduga dibeli oleh Ghisca menggunakan uang hasil penipuan tiket Coldplay senilai Rp5,1 miliar. Lantas, barang-barang branded apa saja yang dibeli Ghisca tersebut?

Melansir dari berbagai sumber, ada 2 pasang sepatu merek Loro Piana, 2 pasang sandal, 2 buah handphone, 4 buah tas bermerek Hermes serta Apple Macbook. Barang-barang tersebut ditaksir senilai Rp600 juta.

Baca juga: Korban Rugi Rp312 Juta, Polisi Ciduk Penjual Tiket Fiktif Coldplay 

Barang-barang branded tersebut dibeli sejak bulan Mei atau sejak Ghisca menerima uang-uang pemesanan tiket.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, tersangka menggunakan uang miliaran rupiah hasil penipuan tersebut untuk keperluan pribadinya.

“Total barang bukti ini kurang lebih ada Rp600 juta, dan sisanya hampir sekitar Rp2 miliar itu digunakan pribadi,” katanya, dikutip Selasa, 21 November 2023.

Termasuk untuk plesiran ke Belanda. Diketahui, tersangka bolak balik ke negeri kincir angin itu sejak bulan Mei 2023. 

“Sesuai data perlintasan paspor pernah ke Belanda. (Rentang waktu kepergian) Setidaknya dari kurun Mei-November kemarin,” jelasnya.

Selain barang-barang tersebut, pihak polisi juga mengamankan paspor serta rekening pribadi Ghisca untuk penyelidikan lebih lebih lanjut.

Baca juga: Sukses Konser di Jakarta, Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah

Ghisca Debora Aritonang sendiri dicokok polisi pada Jumat (17/11). Dirinya diduga menipu ratusan orang dengan cara menjual tiket palsu konser Coldplay yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Adapun, total kerugian yang ditimbulkan oleh Ghisca mencapai Rp5,1 miliar atau setara 2.268 tiket. Atas perbuatannya, dirinya dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (*)

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More

27 mins ago

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

41 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

51 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

57 mins ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

1 hour ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

1 hour ago