Perbankan

Rating BPR Versi Infobank 2024: 417 BPR Raih Predikat “Sangat Bagus”

Jakarta – Infobank kembali menerbitkan rating untuk bank perekonomian rakyat (BPR) yang dipublikasikan pada Majalah Infobank edisi Agustus 2024. Tahun ini, rating BPR versi Infobank melibatkan 1.038 BPR. Dan, hasilnya, sebanyak 417 BPR berhasil meraih predikat “sangat bagus”.

BPR-BPR yang meraih predikat prestisius itu adalah mereka yang mampu mencetak kinerja menawan di 2023. Singkat kata, kinerja ke-417 BPR itu di tahun lalu, tumbuh dan berkualitas.

Rating BPR ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif berbahan baku laporan keuangan 2022-2023. Pendekatannya menggunakan rasio keuangan penting dan pertumbuhan usaha.

Di lain sisi, kinerja industri BPR nasional – dari sisi fungsi intermediasi, dapat dikatakan masih berjalan baik. Cerminannya, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang tetap tumbuh positif.

Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), hingga Mei 2024, industri BPR yang diwakili 1.388 BPR menghimpun DPK Rp138,73 triliun atau tumbuh 6,52 persen year on year (yoy). Sedangkan kredit, tercatat Rp143,92 triliun atau tumbuh 6,75 persen yoy.

Hanya saja, jika dibandingkan dengan pencapaian akhir 2023, fungsi intermediasi industri BPR di Mei 2024 itu terlihat melemah. Di akhir 2023, DPK dan kredit industri BPR masing-masing tumbuh 8,64% dan 8,89 persen.

Sementara, di sisi kualitas kredit, kondisinya tampak semakin menantang. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir rasio non performing loan (NPL) industri BPR bergerak dalam tren yang meningkat. Per Mei 2024, NPL industri ini tercatat 11,37 persen, naik dari 9,87 persen di akhir 2023.

Memperbaiki kualitas kredit menjadi salah satu tantangan utama bagi bankir-bankir BPR. Dan situasinya menjadi lebih sulit manakala demand kredit di market sedang melemah seperti sekarang ini.

Di sisi profitabilitas, tampak ada perbaikan dibanding akhir 2023. Memang, pertumbuhan laba belum positif di posisi Mei 2024, yang tercatat -1,21 persen, tapi sudah jauh lebih baik daripada pertumbuhan laba akhir 2023 yang sebesar -38,67 persen.

BPR-BPR sendiri memang terus didorong untuk lebih berdaya saing. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada medio Juli lalu menerbitkan Peraturan OJK Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (POJK Tata Kelola).

Melalui POJK itu, regulator mengarahkan BPR dan BPRS untuk tumbuh dan berkembang menjadi lembaga keuangan yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing dalam menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan kecil di wilayahnya.

“Ketentuan ini penting dalam rangka menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal yang semakin kompleks. Berdasarkan hasil pengawasan yang kami lakukan, kegagalan dalam penerapan tata kelola yang baik pada BPR dan BPR Syariah seringkali menjadi salah satu penyebab utama kegagalan BPR dan BPR Syariah,” kata Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK. (*) Ari Nugroho

Laporan lengkap Rating BPR 2024 dapat dibaca di Majalah Infobank No. 556, edisi Agustus 2024

Galih Pratama

Recent Posts

KPK, Ilusi Kerugian Negara, dan Bahaya “Narasi Paksa” dalam Kasus Dana Nonbujeter Bank BJB

Oleh The Finance Team MASIHKAH Indonesia berlandaskan hukum? Pertanyaan itu kembali muncul dalam setiap diskusi… Read More

4 hours ago

Apakah Benar AS Keluar dari PBB? Cek Faktanya Berikut Ini

Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More

8 hours ago

Kasus Dugaan Penipuan Kripto Jadi Sorotan, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More

8 hours ago

4 WNI Dilaporkan Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon Afrika

Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More

9 hours ago

Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?

Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More

11 hours ago

AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama

Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More

13 hours ago