Menurut Kajian Biro Riset Infobank bertajuk RATING 109 BANK VERSI INFOBANK 2021, penurunan pendapatan bunga industri perbankan masih berlanjut pada 2021 karena seretnya ekspansi kredit.
Pertumbuhan kredit tidak menjadi penentu utama bagi bank untuk mencetak kenaikan laba di tengah rendahnya permintaan kredit. Untuk membukukan laba tahun ini, bank-bank akan berlomba menurunkan cost of fund dan menggenjot pendapatan selain bunga karena permintaan kredit yang belum pulih.
Tahun lalu, pendapatan non bunga telah menjadi penopang penting pendapatan perbankan. Ketika pendapatan bunga anjlok 4,85% menjadi Rp683,01 triliun, pendapatan selain bunga 8,76% menjadi Rp163,68 triliun.
Likuiditas yang berlimpah dan menurunkan cost of fund tak mampu mengkompendasi kenaikan BO/PO yang disebabkan oleh penurunan pendapatan yang disebabkan menurunnya kredit. Di tambah meningkatnya risiko kredit yang membuat bank-bank harus meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) maka bottom line kinerja keuangan perbankan pun tertekan.
Pada 2020, hanya ada 31 bank yang berhasil membuktikan kenaikan pendapatan bunga. Dari jumlah itu, 21 bank berhasil mencatat kenaikan laba karena berhasil menurunkan cost of fund, menurunkan BO/PO, dan menjaga kualitas kreditnya meskipun kreditnya tidak semuanya tumbuh tapi tidak harus mengalokasikan biaya pencadangan secara besar-besaran. Dari 21 bank tersebut, 19 bank diantaranya adalah bank pembangunan daerah (BPD). Diantaranya Bank BJB yang dipimpin Yuddy Renaldi dan Bank Sumsel Babel yang komandani Achmad Syamsuddin.
Sementara, 13 bank yang pendapatan bunganya menurun namun berhasil mencetak pertumbuhan laba. Meskipun umumnya meningkatkan CKPN, bottom line bank-bank tersebut terdongkrak pendapatan bunga bersihnya tumbuh, menurunkan biaya operasional, ditambah lonjakan pendapatan selain bunga yang melonjak. Misalnya Bank Jateng yang dikomandani Supriyatno dan Bank Jambi yang dinahkodai Yunsak El Hacon.
Seperti apa hasil Rating 109 Bank Versi Infobank 2021? Baca selengkapnya di Majalah Infobank Nomor 520 Agustus 2021 yang akan segera terbit. (Karnoto Mohamad)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More