Jakarta – Asuransi Jasa Raharja mencatatkan kinerja keuangan yang stabil di 2020. Hal ini tercermin dari rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC)-nya yang tercatat 553,00% pada kuartal III 2020.
Angka ini masih jauh di ambang batas minimum yang sebelumnya ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni 120%. Dengan demikian, Asuransi Jasa Raharja bisa memenuhi kewajiban asuransinya sekitar empat kali lipat dari batas minimum yang telah ditentukan.
Selain itu, di tahun lalu, Jasa Raharja masih menjadi 10 besar badan usaha milik negara (BUMN) atau yang disamakan dengan BUMN yang memberikan kontribusi dividen tahun buku 2019 kepada negara.
Sebagai informasi, Jasa Raharja yang tergabung dalam Holding Perasuransian dan Penjaminan yakni Indonesia Financial Group (IFG) ini akan terus mengedepakan transformasi digital dalam pelayanannya melalui sistem yang terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil dan perbankan. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More