Jakarta – Asuransi Jasa Raharja mencatatkan kinerja keuangan yang stabil di 2020. Hal ini tercermin dari rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC)-nya yang tercatat 553,00% pada kuartal III 2020.
Angka ini masih jauh di ambang batas minimum yang sebelumnya ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni 120%. Dengan demikian, Asuransi Jasa Raharja bisa memenuhi kewajiban asuransinya sekitar empat kali lipat dari batas minimum yang telah ditentukan.
Selain itu, di tahun lalu, Jasa Raharja masih menjadi 10 besar badan usaha milik negara (BUMN) atau yang disamakan dengan BUMN yang memberikan kontribusi dividen tahun buku 2019 kepada negara.
Sebagai informasi, Jasa Raharja yang tergabung dalam Holding Perasuransian dan Penjaminan yakni Indonesia Financial Group (IFG) ini akan terus mengedepakan transformasi digital dalam pelayanannya melalui sistem yang terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil dan perbankan. (*) Bagus Kasanjanu
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More