Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa, data perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini 22 hingga 26 Juli 2024 berakhir ditutup dengan pergerakan yang variatif.
Hal itu terlihat dari IHSG yang mengalami penurunan sebesar 0,09 persen menjadi berada pada level 7.288,16 dari 7.294,49 pada penutupan pekan yang lalu.
Meski demikian, Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyebutkan kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan, yaitu sebesar 0,04 persen menjadi Rp12.362 triliun dari Rp12.358 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Lanjutkan Tren Penguatan, Harga Saham TUGU Naik 2,17 Persen ke Level Rp1.175
“Sementara itu, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian sepekan sebesar 9,00 persen menjadi 17,972 miliar lembar saham dari 16,488 miliar lembar saham pada penutupan pekan sebelumnya,” ucap Kautsar dalam keterangan resmi dikutip, 27 Juli 2024.
Lalu, dari sisi rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan mengalami perubahan sebesar 11,41 persen menjadi Rp8,506 triliun dari Rp9,601 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Usai Rilis Kinerja, Begini Pergerakan Saham BBCA dan BBRI
Sedangkan untuk transaksi frekuensi harian bursa selama sepekan mengalami perubahan sebesar 0,92 persen menjadi 993 ribu kali dari pekan lalu sebanyak 1 juta kali transaksi.
Adapun, pergerakan investor asing Jumat lalu (26/7) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp366,69 miliar dan sepanjang tahun 2024 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,46 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More