Rapor IHSG Sepekan: Naik 2,41 Persen hingga Cetak Rekor Baru di Level 7.436

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa, data perdagangan saham pada pekan ini, 12 hingga 16 Agustus 2024 berakhir ditutup dengan pergerakan yang mayoritas positif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 2,41 persen pada level 7.432,09 dari 7.256,99 pada penutupan pekan sebelumnya.

Lalu, pada Rabu (14/8) pasar modal Indonesia mencatatkan rekor all-time-high IHSG yang menguat naik 79,4 poin atau 1,08 persen ke level 7.436,03, dari rekor IHSG sebelumnya, yaitu pada 14 Maret 2024 sebesar 7.433,31.

Baca juga: Manulife Aset Manajemen Ramal IHSG Bisa Sentuh 7.800, Ini Pendorongnya

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyebutkan, kapitalisasi pasar saham pada hari tersebut mencapai rekor Rp12,601 triliun dengan rekor sebelumnya pada 12 Juli 2024 sebesar Rp12,478 triliun.

“Selama sepekan, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa sebesar 4,54 persen menjadi 16,73 miliar lembar saham dari 16,00 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ucap Kautsar dalam keterangan resmi dikutip, 18 Agustus 2024.

Kemudian, peningkatan turut dialami oleh rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan sebesar 3,53 persen menjadi 1,02 juta kali transaksi dari 981 ribu kali transaksi pada pekan lalu. 

Baca juga: Mirae Asset Rekomendasikan 9 Saham Ini di Tengah Volatilitas Tinggi, Apa Saja?

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 3,33 persen menjadi Rp9,32 triliun dari Rp9,64 triliun pada pekan sebelumnya. 

Adapun, pergerakan investor asing Jumat lalu (16/8) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp767,25 miliar dan sepanjang 2024 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp4,37 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Trump Deklarasi Perang Besar di Iran, Ini Potensi Dampaknya ke Ekonomi RI

Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More

5 hours ago

SMF Sebut Pendanaan Rumah Subsidi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More

5 hours ago

Istana Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas karena Program MBG

Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More

5 hours ago

Kabar Baik untuk Guru Honorer, Insentif Naik dan Tunjangan Non-ASN Tembus Rp2 Juta

Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More

5 hours ago

Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital

Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More

6 hours ago

PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Lewat PLN Mobile Selama Ramadan 2026

Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More

7 hours ago