Categories: News UpdatePerbankan

Rapindo Gandeng BTPN dan Bank Sampoerna perluas Sistem Asset Registry

Jakarta– PT Rapindo yang merupakan perusahaan dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan lndonesia (APPI) melakukan kerjasama penandatanganan Perjanjian kerjasama dengan Bank BTPN dan Bank Sahabat Sampoerna dalam pemanfaatan sistem asset registry.

Melalui kerjasama ini Bank BTPN dan Bank Sahabat Sampoerna akan memiliki hak akses untuk memastikan aset pembiayaan yang dibiayai perusahaan pembiayaan yang dijaminkan dan menghindari terjadinya double financing dan double pledging.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut, saat ini data aset yang sudah terdaftar di Rapindo mencapai 1,8 juta data atau sekitar 12% dari data aset pembiayaan yang berjumlah 18 juta data.

“Jumlah anggota Rapindo saat ini berjumlah 76 perusahaan pembiayaan. Melalui acara penandatanganan PKS dengan Bank BTPN dan Bank Sahabat Sampoerna pada siang ini, maka jumlah perusahaan yang bergabung bertambah 2 atau 78 perusahaan,” kata Suwandi di Jakarta, Selasa 20 Agustus 2019.

Rapindo yang berdiri pada akhir tahun 2018 ini merupakan inisiasi APPI untuk membantu perusahaan pembiayaan yang kesulitan mendapatkan pendanaan dari perbankan, akibat beberapa kasus double pledging di industri pembiayaan terutama pada tahun 2018, yang menyebabkan menurunnya kepercayaan perbankan pada industri pembiayaan.

Keberadaan sistem asset registry Rapindo dapat mencegah aset yang sudah dibiayai, dibiayai kembali oleh perusahaan pembiayaan atau perbankan. Pembentukan Rapindo
mendapatkan sambutan positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaku usaha dan perbankan.

Dalam sistem Asset Registry Rapindo perusahaan pembiayaan dan perbankan yang bergabung dapat melihat data aset yang dibiayai berupa No. Chasis dan No Mesin untuk kendaraan dan No. faktur untuk alat berat dan mesin. Sistem di Rapindo akan mendeteksi apabila ada aset yang sama yang dibiayai oleh 2 perusahaan yang berbeda, atau yang Iebih sering disebut doublefinancing. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Update Harga Emas Hari Ini (16/3): Galeri24-UBS Stagnan, Antam Turun

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian stagnan pada 16 Maret 2026. Harga… Read More

44 mins ago

IHSG Masih Lanjut Dibuka Turun 0,56 Persen ke Level 7.098

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,54 persen ke level 7.098 pada awal perdagangan Senin (16/3).… Read More

54 mins ago

IHSG Awal Pekan Masih Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan level support 6.865–7.000 dan resistance 7.275–7.410. Sentimen negatif… Read More

2 hours ago

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

6 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

18 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

18 hours ago