Moneter dan Fiskal

RAPBN 2017 Diharap Capai Sasaran Pembangunan Nasional

Jakarta–Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI berharap, belanja pemerintah pusat yang dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 bisa mencapai sasaran pembangunan nasional.

Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan umum dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017 dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan, dan mempertajam efisiensi dan efektivitas belanja pemerintah pusat.

“Kami harap belanja pemerintah seefisien dan berkualitas agar setiap belanja APBN ini bisa mencapai sasaran pembangunan. Realisasi PMN (Penyertaan Modal Negara) ke BUMN juga harus benar-benar efektif,” ujar anggota Banggar, Willgo Zainar di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 18 Juli 2016.

Selain itu, dirinya juga berharap, dengan adanya kebijakan pemerintah terkait dengan program pengampunan pajak (tax amnesty) dapat menopang penerimaan pajak, sehingga mendorong penerimaan negara dalam APBN. Dengan begitu, defisit APBN akan berkurang.

“Ada Tax Amnesty ini terobosan yang baik, meskipun kami agak ragu karena di media sosial diberitakan bahwa Singapura membebaskan pajak bagi WNI (Warga Negara Indonesia), semoga ini tidak benar,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menambahkan, arah kebijakan fungsi ekonomi diarahkan untuk mendukung program kedaulatan pangan dan energi nasional, meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi, dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pendukung kawasan.

“Dalam mendukung ekonomi di kawasan, itu melalui pembangunan infrastruktur dengan membangun sarana dan prasarana transportasi air bersih, sanitasi, energi, dan telekomunikasi,” ucapnya. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

18 mins ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

37 mins ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

49 mins ago

OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More

55 mins ago

Perkuat Tata Kelola dan Etika Digital, BSI Raih ISO Global 27701:2019

Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Proyeksikan BI Rate Dipangkas 2 Kali pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri memproyeksikan BI Rate hanya dipangkas maksimal dua kali pada 2026 dengan… Read More

2 hours ago