Nasional

Ransonware Serang PDNS, Apakah Data e-KTP Aman?

Jakarta – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi memastikan bahwa data kependudukan (e-KTP) masih aman karena belum tergabung dengan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

Diketahui, kelompok peretas bernama Brand Chiper menyerang Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) milik Kementerian Komunikasi. Peretasan PDNS ini berimbas pada 210 server milik lembaga dan instansi baik pusat maupun daerah.

“Kami sampaikan juga bahwa data dikdukcapil sampai hari ini belum tergabung dengan PDNS,” katanya, dikutip di Kantor BPJS Kesehatan, Senin, 8 Juli 2024.

Baca juga: Buntut Peretasan PDNS, Semuel Abrijani Pangerapan Mundur dari Jabatan Dirjen Aptika Kominfo

Ia mengatakan, data kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil Kemendagri melalui SIAK Terpusat sendiri berada dalam data center Kemendagri. Baik yang ada di luar Jakarta yakni Batam.

Artinya layanan kependudukan saat ini bisa dipastikan berjalan normal. Meski begitu, pihaknya merasa prihatin atas serangan siber ransomware yang telah melumpuhkan layanan milik pemerintah sehingga berdampak kepada layanan publik.

“Tentu ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk memperkuat keamanan data kependudukan itu sendiri,” jelasnya.

Pihaknya mengungkap, alasan tersendiri bagi dikdukcapil karena belum tergabung dengan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS).

“Pada saatnya nanti kalau sudah ada PDN, kami akan bergabung. Tapi kami juga sudah ada rencana membangun data center. Sebab, bukan hal mudah karena butuh persiapan khusus,” bebernya.

Sebab, persiapan khusus membangun data center kata dia tidak hanya berfokus pada gedung fisik semata tapi juga infrastriuktur dan jaringan yang memadai.

“Tapi PDN yang rencananya jadi tahun 2025 di Karawang, kami sudah berkunjung ke sana dan kami sudah laporkan kalau bisa bergabung secepatnya ke sana,” pungkasnya. (*)

Editor : Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

5 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

6 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

11 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

11 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

15 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

16 hours ago