Keuangan

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting

  • OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi.
  • OJK akan temui MSCI pada April 2026 guna memperkuat kepercayaan investor global.
  • Reformasi mencakup transparansi kepemilikan, data investor, kebijakan free float, dan sistem peringatan saham terkonsentrasi.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana kembali menemui pimpinan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada April 2026, setelah merampungkan empat inisiatif strategis reformasi pasar modal untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pasar modal RI.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menerangkan, dengan dirampungkannya empat inisiatif tersebut, maka seluruh agenda reformasi dinyatakan rampung dan dapat dijadikan dasar komunikasi terhadap investor global.

“Seluruh inisiatif tersebut telah kita selesaikan dan tuntaskan,” ujar Hasan saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Baca juga: Pasar Modal RI Diguncang MSCI, Investor Global Makin Hati-hati

Hasan mengungkapkan bahwa OJK akan menginisiasi pertemuan dengan pimpinan MSCI pada minggu ketiga April guna membahas lebih lanjut rampungnya empat inisiatif strategis reformasi pasar modal RI.

Sementara, Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri atas Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) juga dijadwalkan melakukan komunikasi dengan MSCI dalam waktu dekat.

“Intinya kita yang akan berinisiatif meminta waktu sampai ke tingkat pimpinannya. Minggu ketiga bahkan ada kemungkinan kita (OJK) akan secara khusus mendatangi mereka. Di minggu depan sudah ada teman-teman SRO (bertemu MSCI),” sebutnya.

Fokus Transparansi dan Kualitas Pasar

OJK merampungkan empat inisiatif strategis utama sebagai bagian dari reformasi pasar modal nasional, yakni pertama, transparansi kepemilikan saham melalui publikasi data pemegang saham di atas 1 persen untuk seluruh emiten. Data yang bersumber dari KSEI tersebut diperbarui setiap akhir bulan dan dipublikasikan pada awal bulan berikutnya.

“Jadi, silakan dilihat dan ini akan konsisten kami lakukan setiap bulannya,” ucap Hasan.

Baca juga: Tanggapan Wakil Ketua DEN soal Penurunan Rating Moody’s dan Rebalancing Indeks MSCI

Kedua, peningkatan kualitas data investor yang mulai dipublikasikan sejak 1 April 2026.

Ketiga, penguatan kebijakan free float, termasuk penyesuaian definisi yang mengacu pada praktik global serta peningkatan batas minimal saham beredar di publik.

Keempat, penerapan mekanisme high shareholding concentration yang memberikan informasi tambahan mengenai saham dengan kepemilikan terkonsentrasi sebagai sistem peringatan dini bagi investor.

“Ini bukan karena pelanggaran, tetapi memberikan informasi daftar saham yang kepemilikannya terkonsentrasi pada sedikit pihak,” tukas Hasan. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

18 mins ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

53 mins ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

2 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

2 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

2 hours ago

Nobu Bank Bukukan Laba Bersih Rp481,3 Miliar, Tumbuh 46,30 Persen di 2025

Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More

3 hours ago