Categories: Perbankan

Ramai Spin Off, Pertumbuhan UUS Terbukti Lebih Cepat Dibanding BUS

Jakarta – Di tengah kuatnya dorongan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk melakukan spin off menjadi Bank Umum Syariah (BUS) ternyata data menunjukkan bahwa UUS selama ini bisa memberikan kontribusi besar untuk pengembangan perbankan syariah.

Direktur Unit Usaha Syariah Permatabank yang sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Herwin Bustaman mengatakan bahwa dari tahun 2005 sampai 2021, UUS tumbuh 30%. Sedangkan BUS tumbuh 23%. Dari porsi aset, pada 2015 UUS sebesar 27% dari total perbankan syariah, dan pada 2021 sudah hampir 34%. Lalu, dari sisi pembiayaan itu 27% di 2015, dan sudah hampir 38% di 2021.

“Jadi, ini menunjukkan bahwa kita bukannya makan porsinya bank umum syariah, tapi justru kita bertumbuh bersama. Ya bank umum syariah atau BUS tumbuh, UUS juga tumbuh. Tapi di sini UUS tumbuhnya lebih cepat ya,” ujar Herwin di acara Islamic Finance Summit 2022 yang digelar Infobank bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), di The Stones Hotel, Legian Bali, Kamis, 22 September 2022.

Lalu, ia juga menyampaikan bahwa komitmen bank umum konvensional untuk menumbuhkan UUS-nya pun tidak kalah dibandingkan dengan BUS itu sendiri. Ia menunjukkan beberapa data perbankan besar sebagai perbandingannya, antara lain Bank Mega Syariah, BTPN Syariah, Panin Dubai Syariah, Maybank Syariah, CIMB Niaga Syariah, dan Permatabank Syariah.

“Kita bandingkan top three saja. Top three BUS dengan top three UUS dibandingkan dengan BUK-nya. Misalnya untuk BUS, Mega Syariah itu sekitar 11% share of book dalam sisi aset dibandingkan Bank Mega konvensionalnya. BTPN itu dibawah 10%, Panin Dubai sekitar 7%. Lalu, kita bandingkan dengan top three UUS, di Maybank Syariah itu share of book dalam sisi asetnya itu hampir 24%, CIMB Niaga Syariah hampir 20%, dan Permata Syariah 12%. Jadi, ini menunjukkan bahwa komitmen BUK dalam menumbuhkan UUS-nya tidak kalah dengan BUS,” papar Herwin.

“Bahkan, ini ada riset dari Pak Wimboh Santoso, dkk bahwa UUS yang di spin off setelah 4 tahun performance-nya malah lebih buruk ketimbang waktu belum dispin off. Nah, itu yang harus kita perhatikan ya. Ini riset dari OJK di Indonesia,” tambah dia. (*) Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

2 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

2 hours ago

YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026

Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More

3 hours ago

Geopolitik Perdamaian 2026

Oleh Muhammad Edhie Purnawan, Staf Pengajar FEB UGM dan Ketua Bidang International Affairs PP ISEI… Read More

4 hours ago

Beli Sukuk Ritel SR024 Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Cash Back Sampai Rp29 Juta

Poin Penting BNI menyediakan pembelian Sukuk Ritel SR024 melalui aplikasi wondr by BNI dengan cashback… Read More

4 hours ago

BNI Ajak Masyarakat Rencanakan Keuangan di Ramadan lewat Fitur Growth wondr

Poin Penting BNI mengajak masyarakat merencanakan keuangan selama Ramadan melalui fitur Growth di aplikasi wondr… Read More

5 hours ago