Moneter dan Fiskal

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan menilai sebagian pengamat tidak berbasis data.
  • Ia menyoroti maraknya opini ekonomi di media sosial, termasuk di TikTok, yang dinilai dapat memicu sentimen negatif.
  • Pemerintah menilai ekonomi Indonesia masih kuat dengan pertumbuhan 5,39% pada kuartal IV 2025 serta berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif.

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik sejumlah pihak yang menyebut perekonomian Indonesia telah hancur. Ia menegaskan tidak ingin berdebat dengan ekonom yang menyampaikan pandangan tersebut.

Menurutnya, kritik yang ramai beredar di media sosial tidak didasarkan pada data ekonomi yang akurat.

Purbaya mengatakan pemerintah siap melakukan perbaikan apabila memang terdapat masalah dalam perekonomian. Namun, ia menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih dalam keadaan baik.

“Mereka gak pernah belajar ekonomi, gak pernah kuliah ekonomi. Di mana debatnya? saya debat sama orang pinggir jalan yang gak jelas jadinya. Orang warung-warung masih jago baca-baca ini karena dia punya kemauan. Kenapa gak saya ajak debat? Gak pernah belajar ekonomi saya ajak debat gimana?,” kata Purbaya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Baca juga: Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Purbaya menilai sebagian pihak yang mengkritik kondisi ekonomi Indonesia tidak memiliki dasar keilmuan ekonomi yang memadai.

“Anda mau sebut nama? Semuanya gak belajar kalau hitung-hitungan saya master belum sekolah ekonomi. Kenapa? Saya juga belajar dulu sampe masuk PHD aja gak ngerti apa-apa, jadi saya ngerti. Jadi kenapa gak ajak debat, apa yang didebatin? Dia gak punya data, lu aja pada percaya,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti maraknya pengamat yang menyampaikan pandangan mengenai ekonomi melalui media sosial, salah satunya platform TikTok. Menurutnya, opini yang tidak didukung data dapat menimbulkan sentimen negatif terhadap perekonomian.

“Saya gak tahu di TikTok tuh banyak. Coba lihat data yang betul suruh belajar yang betul kalau emang jelek, kita betulin, tapi kalau sudah bagus saya betulin sebelah mana? Dia cuman menimbulkan sensasi negatif ke ekonomi, mungkin dia terlambat kemarin beli saham, jadi pengen beli di bawah,” ungkapnya.

Indikator Ekonomi Dinilai Masih Positif

Purbaya memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen.

Ia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen atau bahkan lebih tinggi.

Selain itu, beberapa indikator ekonomi lain juga menunjukkan tren positif. Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di level 53,9. Survei keyakinan konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan juga mengalami peningkatan.

Baca juga: PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Selain itu, indikator lain seperti Retail Sales Index dari BI yang meningkat, serta penjualan mobil yang menurut data asosiasi industri otomotif tumbuh sekitar 7 persen yang sebelumnya mengalami kontraksi. Indikator lain seperti Mandiri Spending Index juga menunjukkan tren positif.

“Itu kan dari lembaga-lembaga yang berbeda. Semuanya converge ke sana. Artinya emang ekonomi betul, memang baik,” bebernya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

30 mins ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

1 hour ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

2 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

3 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

4 hours ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

6 hours ago