Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam wawancara cegat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026. (Foto: Irawati)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kritik sejumlah pihak yang menyebut perekonomian Indonesia telah hancur. Ia menegaskan tidak ingin berdebat dengan ekonom yang menyampaikan pandangan tersebut.
Menurutnya, kritik yang ramai beredar di media sosial tidak didasarkan pada data ekonomi yang akurat.
Purbaya mengatakan pemerintah siap melakukan perbaikan apabila memang terdapat masalah dalam perekonomian. Namun, ia menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih dalam keadaan baik.
“Mereka gak pernah belajar ekonomi, gak pernah kuliah ekonomi. Di mana debatnya? saya debat sama orang pinggir jalan yang gak jelas jadinya. Orang warung-warung masih jago baca-baca ini karena dia punya kemauan. Kenapa gak saya ajak debat? Gak pernah belajar ekonomi saya ajak debat gimana?,” kata Purbaya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Baca juga: Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman
Purbaya menilai sebagian pihak yang mengkritik kondisi ekonomi Indonesia tidak memiliki dasar keilmuan ekonomi yang memadai.
“Anda mau sebut nama? Semuanya gak belajar kalau hitung-hitungan saya master belum sekolah ekonomi. Kenapa? Saya juga belajar dulu sampe masuk PHD aja gak ngerti apa-apa, jadi saya ngerti. Jadi kenapa gak ajak debat, apa yang didebatin? Dia gak punya data, lu aja pada percaya,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti maraknya pengamat yang menyampaikan pandangan mengenai ekonomi melalui media sosial, salah satunya platform TikTok. Menurutnya, opini yang tidak didukung data dapat menimbulkan sentimen negatif terhadap perekonomian.
“Saya gak tahu di TikTok tuh banyak. Coba lihat data yang betul suruh belajar yang betul kalau emang jelek, kita betulin, tapi kalau sudah bagus saya betulin sebelah mana? Dia cuman menimbulkan sensasi negatif ke ekonomi, mungkin dia terlambat kemarin beli saham, jadi pengen beli di bawah,” ungkapnya.
Purbaya memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen.
Ia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen atau bahkan lebih tinggi.
Selain itu, beberapa indikator ekonomi lain juga menunjukkan tren positif. Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di level 53,9. Survei keyakinan konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan juga mengalami peningkatan.
Baca juga: PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat
Selain itu, indikator lain seperti Retail Sales Index dari BI yang meningkat, serta penjualan mobil yang menurut data asosiasi industri otomotif tumbuh sekitar 7 persen yang sebelumnya mengalami kontraksi. Indikator lain seperti Mandiri Spending Index juga menunjukkan tren positif.
“Itu kan dari lembaga-lembaga yang berbeda. Semuanya converge ke sana. Artinya emang ekonomi betul, memang baik,” bebernya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More