Keuangan

Rajin Kolaborasi, Allianz Life Bidik Premi Kanal Bancassurance Tumbuh 30 Persen

Jakarta – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) membidik pertumbuhan produk asuransi dari kanal distribusi bancassurance tumbuh sebanyak 30 persen di 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Country Chief Bancassurance Officer Allianz Life Indonesia, Ancilla Lily di sela-sela acara peluncuran Premier Legacy Assurance di Jakarta, Kamis (18/4).

Sejauh ini, dia mencatat pendapatan premi kanal distribusi bancassurance di kuartal 1-2024 telah mencapai sekitar Rp300 miliar.

“Pendapatan kita di sekitar Rp300-an miliar, mudah-mudahan kalau kita sih optimis sampai dengan akhir tahun ini bancassurance mungkin bisa kita targetkan untuk bisa bertumbuh hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Ancilla kepada awak media. media di Jakarta, 18 April 2024.

Baca juga: Bidik Nasabah Premium HSBC, Allianz Life Luncurkan Asuransi Warisan

Lalu, pada tahun sebelumnya, ia menjelaskan, pendapatan premi kanal distribusi bancassurance Allianz Life berhasil tumbuh sebanyak 6-7 persen menjadi sekitar Rp1,3 triliun, di saat industri mengalami pertumbuhan yang negatif.

“Pertumbuhan tahun lalu itu sekitar 6-7 persen, di antara memang saat itu industri minus ya jadi kita tumbuh 7 persen yang bancassurance,” imbuhnya.

Untuk mendukung target pendapatan premi tersebut, Allianz Life akan terus melakukan kolaborasi bersama dengan partner-partner bancassurance dari sisi peluncuran produk baru.

Baca juga: Sasar Generasi Milenial, Allianz Syariah Fokus Kembangkan Digitalisasi

Salah satu yang dilakukan oleh Allianz Life adalah meluncurkan produk perlindungan finansial baru bekerja sama dengan PT Bank HSBC Indonesia, yaitu Premier Legacy Assurance yang dikhususkan bagi nasabah HSBC Premier.

Peluncuran produk tersebut merupakan solusi perlindungan rencana keuangan dalam bentuk warisan untuk mendukung kehidupan keluarga nasabah yang sejahtera di masa depan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Rilis Daftar Pindar Legal Terbaru, Simak Sebelum Ajukan Pinjaman

Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More

23 mins ago

BEI Bekukan 38 Saham yang Tak Penuhi Aturan Free Float, Ini Daftarnya!

Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More

46 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Ambruk 5,31 Persen ke Level 7.887

Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More

59 mins ago

Indonesia Alami Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026

Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More

1 hour ago

Neraca Perdagangan RI Surplus USD2,51 Miliar di Akhir 2025

Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More

2 hours ago

BPS Catat Impor RI Naik 2,83 Persen Jadi USD241,86 Miliar Sepanjang 2025

Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More

2 hours ago