Rajawali Nusindo distribusikan pangan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan ID FOOD Holding BUMN Pangan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi baik food maupun non food berkomitmen memajukan pangan Indonesia melalui distribusi pangan di seluruh Indonesia untuk kebutuhan masyarakat yang berkualitas dan terjangkau.
Langkah tersebut dilakukan dalam rangka membantu pemerintah dalam hal pendistribusian bahan pangan strategis salah satunya melakukan program bantuan pangan pemerintah untuk penanganan stunting.
Direktur Utama PT Rajawali Nusindo, Iskak Putra mengatakan, dalam pendistribusian pangan, Rajawali Nusindo mengoptimalkan kekuatan berupa 43 cabang yang dimilikinya yang tersebar di 38 provinsi diseluruh Indonesia. Dengan memiliki Jaringan 43 cabang tersebut, perusahaan dapat mempercepat proses pengiriman bantuan pangan sampai ke kota dan kabupaten. Selain itu Rajawali Nusindo bekerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan pangan pemerintah kepada keluarga rawan stunting.
Baca juga: Incar Penjualan Rp5,2 T, Rajawali Nusindo Terus Perbesar Kapasitas Distribusi
Dalam melaksanakan pendistribusian pangan ini, Rajawali Nusindo didukung oleh Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, ID FOOD, dan juga bekerjasama dengan berbagai elemen baik Supplier pangan maupun pemerintah daerah lainnya. Prinsipnya peran Nusindo ini adalah sebagai bentuk dukungan perusahaan atas rencana pemenuhan ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan.
Iskak menyampaikan, keikutsertaan Rajawali Nusindo dalam menjalankan bantuan pangan pemerintah untuk penangangan stunting adalah sebagai penyedia Karkas Ayam dan Telur untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 573.611 paket serta penyedia goodie bag stunting untuk kebutuhan seluruh wilayah Indonesia sebanyak 1.446.089 pcs.
Pendistribusian bantuan pangan stunting, membuktikan bahwa perusahaan dengan jaringan yang dimiliki bisa diandalkan oleh pemerintah dalam menjalankan berbagai penugasan khusus terkait distribusi bahan pangan secara tepat, cepat dan masif.
Strategi korporasi secara umum disusun berdasarkan analisis kondisi eksternal maupun internal yang diselaraskan untuk mendukung bisnis Rajawali Nusindo khususnya dalam bidang food yaitu dengan memperkuat strategi partnership pada seluruh pelaku ekosistem food dan memperluas jaringan distribusi di seluruh segmen untuk produk food.
Dengan strategi tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional yang diukur berdasarkan 4 (empat) indikator, yakni keterjangkauan harga pangan (affordability), ketersediaan pasokan (availability), kualitas nutrisi (quality and safety) serta keberlanjutan dan adaptasi (sustainability and adaptation).
Pada tahun 2022, Nusindo berhasil melakukan penjualan sebesar 4,69 Triliun meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,2 Triliun. Penjualan tersebut terdiri dari 53,36% Food dan 46,6% Non- Food.
Baca juga: Teknologi Pertanian Harus Diterapkan Untuk Kurangi Dampak El Nino ke Sektor Pangan
Adapun realisasi hasil penjualan lini usaha bidang food sebesar Rp2,50 triliun atau 166,28 persen dari anggaran sebesar Rp1,51 triliun dan meningkat 45,45% dari realisasi hasil penjualan tahun 2021 yang sebesar Rp1,72 triliun. Lini usaha bidang pangan tahun 2022 memberikan kontribusi sebesar 53,36 persen dari seluruh pendapatan hasil penjualan.
Realisasi hasil penjualan lini usaha bidang non food sebesar Rp2,19 triliun atau 71,46 persen dari anggaran sebesar Rp3,06 triliun. Lini usaha bidang Non Food tahun 2022 memberikan kontribusi sebesar 46,64 persen dari seluruh pendapatan hasil penjualan. Hal ini dipengaruhi oleh berubahnya pandemi covid menjadi endemi yang berakibat penjualan produk-produk covid sudah sangat berkurang.
Sebagai informasi, pada tahun 2023 PT Rajawali Nusindo telah mencanangkan target pendapatan penjualan sebesar Rp5,2 triliun atau tumbuh 10,9 persen dari realisasi tahun 2022. Sementara itu, target EBITDA pada tahun 2023 sebesar 326,9 miliar naik 16 persen dibandingkan dengan realisasi EBITDA tahun 2022 sebesar 281,22 miliar.
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More
Poin Penting IHSG Melemah 0,53 persen dan ditutup di level 6.989,42 dengan mayoritas saham dan… Read More