Jakarta–PT Railink membangun sistem tiket elektronik Airport Railway Ticketing System (ARTS) guna meningkatkan layanan kepada penumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Tak tanggung-tanggung, sistem yang akan diluncurkan ini merupakan sistem yang dirancang oleh anak negeri. “ARTS ini dibuat secara mandiri atau inhouse production oleh para programmer yang ada di Railink dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero. Jadi ini 100 persen buatan anak negeri,” ujar Heru Kuswanto, Direktur Utama PT Railink di Jakarta, Selasa, 11 April 2017.
Heru menambahkan, dengan sistem ini diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat berupa layanan yang lebih mudah, cepat, nyaman, yang dilakukan secara nontunai (cashless). Semua dilakukan dalam mendukung lancarnya proses transaksi pembayaran tiket Kereta Bandara.
Kereta Bandara pertama di Indonesia telah beroperasi di Bandara Kualanamu Medan yang dioperasikan oleh Railink. Perseroan kembali mendapatkan kepercayaan untuk melayani dan mengoperasikan Kereta Bandara, kali ini untuk Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta sebagai Bandara terbesar di Indonesia.
“Kita sadari pemerintah hadir dan concern kepada pembangunan infrastruktur transportasi jalan rel dengan memberikan dukungan penuh, hingga menjadikan proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta ini menjadi proyek nasional,” sambung Heru.
Ia menambahkan, Proyek Kreta Api Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan bisa mulai beroperasi pada Juli 2017, di mana peresmiannya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More