“Sebuah perusahaan dikatakan PCl compliant jika perusahaan tersebut menyimpan, memproses, dan mentransmisikan informasi kartu dengan memenuhi standar PCI DSS. Dan GTN Data Center dengan sertifikasi PCI DSS 3.2 yang telah diraihnya menjadi pilihan yang tepat untuk pemenuhan standarisasi tersebut, sehingga mampu terus memberikan layanan terbaik dan aman bagi pelanggan,” ujar Wahyudi Chandra, Presiden Direktur PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).
Ke depan GTN Data Center juga serius dengan pengelolaan keamanan dan selalu menjalankan seluruh tindakan pencegahan agar data pembayaran dari pemegang kartu tetap aman. Sehingga pelanggan GTN Data Center yang beroperasi di ruang lingkup finansial seperti Bank, Payment Gateway, e-Commerce, Merchant, Call Center, ATM, EDC, dan Mobile POS Service Provider dapat berfokus ke pengembangan bisnis utamanya.
Baca juga: Kejar Target, Elektronifikasi Tol Jabodetabek Sudah 84%
“Dan demi terjaganya kualitas yang telah diraih, kami akan terus memastikan agar seluruh proses kerja dari pengamanan data transaksi kartu selalu diupdate, dimonitor dan diperbaharui setiap tahunnya,” tukas Miko.
Seperti diketahui sertifikat PCI DSS ini melengkapi sejumlah sertifikat jaminan kualitas layanan GTN Data Center yang telah didapat sebelumnya yaitu ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 dari Enterprise Product Integration Pte. Ltd. (EPI) pada November 2016 Ialu, serta ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001:2013 untuk Sistem Manajemen Keamanan informasi dari British Standards Institution (BSI) pada Mei 2017 lalu. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More