Perbankan

Raih Laba Rp22,10 Miliar, Bank Mayapada Kembali Absen Bagi Dividen

Jakarta – PT Bank Mayapada Internasional Tbk (Bank Mayapada) pada hari ini (28/6) telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023. Salah satunya membahas penggunaan laba bersih Perseroan.

Manajemen Bank Mayapada, menyatakan, dalam RUPST tahun ini para pemegang saham menyetujui untuk kembali menahan pembagian dividen tahun 2023. Laba tahun berjalan 2023 Bank Mayapada tercatat mencapai Rp22,10 miliar.

Laba tahun berjalan tersebut akan digunakan sebagai cadangan dari total modal. Dan akan ditempatkan ke dalam Perseroan sebesar 4,52 persen atau setara dengan Rp1 miliar.

Baca juga : Bank Mayapada Fasilitasi Pembiayaan Properti Proyek Agung Sedayu Group

“Sedangkan sisanya sebesar Rp21,10 miliar akan digunakan sebagai laba yang ditempatkan. Penggunaan laba tersebut untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan,” ucap Manajemen Bank Mayapada dalam Paparan Publik secara virtual di Jakarta, 28 Juni 2024.

Adapun, laba tahun berjalan Bank Mayapada tersebut, mengalami penurunan sekitar 14,98 persen. Tahun sebelumnya laba tercatat sebesar Rp25,99 miliar.

Penurunan laba tahun berjalan tersebut, disebabkan oleh beban bunga tahun 2023. Beban bunga 2023 mengalami peningkatan sebanyak 16,53 persen menjadi Rp6,86 triliun. Tahun sebelumnya, Beban bunga tercatat sebesar Rp5,89 triliun.

Baca juga : BUMN Sudah Setor Dividen ke Kas Negara Rp58,8 Triliun

Meski begitu, pendapatan bunga Bank Mayapada pada tahun 2023 berhasil mengalami kenaikan. Pendapatan bunganya naik 13,59% menjadi Rp8,76 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,71 triliun. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

3 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

4 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

4 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

4 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

4 hours ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

5 hours ago