Jakarta – Kesuksesan PT Rintis Sejahtera (RINTIS) dalam menjalankan layanan jaringan teknologi perbankan patut diancungi jempol. Berkat jasanya, masyarakat saat ini bisa mengakses layanan perbankan dengan lebih mudah dan nyaman melalui produk Jaringan Prima dan yang lainnya.
Dibalik kesuksesan tersebut tentunya ada figur kuat yang membantu Rintis mencapai itu semua. Iwan Setiawan, itulah nama lengkapnya. Pria kelahiran 1951 itu memiliki komitmen tinggi dalam berkontribusi di dunia profesional. Hal itu dapat dilihat dari perjalanan karirnya yang persisten.
Lulusan sarjana akuntansi Universitas Trisakti tahun 1974 ini memulai karirnya sebagai auditor di Pricewaterhouse dari 1975 sampai 1977. Ia pun masuk PT Bank Central Asia (BCA) setelahnya dari tahun 1977 hingga 2000 dengan berbagai posisi strategis telah ia jalani. Sebut saja SEVP level positions of Finance Division Head, IT Division Head, hingga Corporate Planning Division Head.
Berkat pengalamannya yang panjang di bidang strategi korporasi dan teknologi di institusi perbankan besar seperti BCA, ia pun menjabat sebagai Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera sejak tahun 2000.
Pria yang juga sempat menempati posisi International Senior Executive Trainings di Pricewaterhouse, IBM, dan Citibank ini sudah menunjukkan kepiawaiannya dalam meracik sumber daya manusia sampai keuangan korporasi selama 20 tahun mengepalai Rintis, hingga menciptakan inovasi-inovasi terkini untuk industri keuangan Tanah Air. (*) Steven
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More