Categories: Nasional

Rachmat Witoelar Ajak Pelaku Bisnis Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Program penurunan emisi gas rumah kaca dipercaya dapat mewujudkan pembangunan di Indonesia yang berkelanjutan. Apriyani Kurniasih.

Jakarta— Upaya penurunan emisi gas rumah kaca sebelum tahun 2020 sesuai dengan yang tercantum dalam Rencana Aksi Nasional Penurunanan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN GRK), masih didominasi oleh aksi pemerintah. Oleh karena itu, Rachmat Witoelar, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim (UKP-PPI) mengajak pelaku bisnis sektor lahan dan kehutanan untuk selalu melakukan inovasi bisnis dan melakukan upaya konservasi untuk menjadi terdepan di era kompetisi global.

Menururt Rachmat, program penurunan emisi gas rumah kaca dipercaya dapat mewujudkan pembangunan di Indonesia yang berkelanjutan.

Ajakan tersebut dilakukan Rachmat Witoelar melalui rangkaian pertemuan dan diskusi strategis dengan pelaku bisnis, terutama dari sektor hutan dan lahan, energi dan transportasi, serta industri dan limbah, yang merupakan sektor yang tercantum dalam RAN GRK.

Witoelar berharap,  menjelang perundingan perubahan iklim Conference of Parties yang ke-21 (COP21) Desember nanti, pelaku bisnis dapat mengawal proses penyusunan INDC (Intended Nationally Determined Contributions) karena itu nanti yang akan menjadi komitmen Indonesia pasca 2020.

Rachmat menegaskan, peran Non-State Actors , dalam hal ini pelaku bisnis, sangat menentukan keberhasilan Indonesia mengawal komitmen tersebut.  Ia juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang berkomitmen untuk menurunkan emisinya dan turut mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Rachmat berharap agar perusahaan lain juga turut menetapkan target yang ambisius dan realistis untuk menurunkan emisi.

Peran serta pelaku bisnis ini, lanjut Rachmat, sangat penting untuk mencapai target global untuk menjaga agar kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 2°C. “Lebih dari itu, ditengarai dampaknya akan sangat membahayakan manusia dan bumi kita” pungkasnya.

Apriyani

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

18 mins ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

3 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

3 hours ago

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

3 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

3 hours ago