Rabobank; Maksimalkan jaringan. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta – PT Rabobank International Indonesia berhasil mencetak laba tahun berjalan Rp225,55 miliar hingga Desember 2016.
Capaian tersebut berbanding terbalik bila dibandingkan dengan kinerja keuangan perseroan di 2015, dimana Rabobank Indonesia mencatatkan kerugian sebesar Rp465,5 miliar.
Berdasarkan laporan bulanan perseroan, Jumat, 24 Februari 2017, perolehan itu didorong oleh pendapatan yang berhasil dibukukan Rabobank dari komisi/provisi/fee dan administrasi meningkat sebesar 114,71%.
Pendapatan dari pos keuangan tersebut melonjak menjadi Rp109,66 miliar dari sebelumnya di Desember 2015 Rp51,07 miliar.
Tumbuhnya salah satu pos pendapatan non bunga tersebut mampu mengkompensasi penurunan pendapatan bunga bersih perseroan.
Tercatat pendapatan bunga bersih bank yang berbasis di Belanda itu turun 9,02% menjadi Rp608,63 miliar dari sebelumnya Rp669,02 miliar.
Hal itu terjadi lantaran perseroan hanya berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp9,39 triliun per Desember 2016. Capaian ini susut 19,78% dari distribusi kredit di periode Desember 2015 yang sebesar Rp11,71 triliun.
Sebagai catatan, perseroan memiliki strategi bisnis banking for food yang fokus dalam penyaluran kredit di sektor pangan dan agribisnis.
Strategi ini didukung penuh oleh Rabobank Group yang telah menyuntikkan modal USD 61 juta pada tahun 2015 lalu. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More