Export in Brief

Quick Win Strategy Pertanian Indonesia

Untuk itu, manajemen strategi cepat (quick win strategy) harus dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah di bidang pertanian tersebut. Apabila ini tidak diatasi dengan cepat, kemampuan produksi pangan akan makin ketinggalan dari laju pertumbuhan populasi. Saat ini pemerintah berusaha menambah lahan pertanian karena tanpa lahan yang memadai swasembada pangan sulit dicapai. Untuk membantu permodalan para petani, pemerintah telah mendorong skema penjaminan melalui program KUR, dalam hal ini kredit yang dikucurkan perbankan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapatkan back-up dari perusahaan penjaminan dan pemerintah juga mendorong program ini lebih menyasar sektor pertanian dibandingkan dengan sektor lain.

Untuk melindungi petani ketika terjadi over supply atas hasil panen, pemerintah juga mendorong SRG agar petani bisa melakukan tunda jual sampai dengan harga komoditas naik. Untuk membiayai kebutuhan petani selama komoditas masih tersimpan di gudang, resi dapat dibawa ke bank untuk dijadikan agunan dalam memperoleh kredit. Untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap SRG, pemerintah menetapkan Perum Jamkrindo untuk terlibat dalam skema penjaminan SRG. Jamkrindo ditunjuk sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan SRG, sesuai dengan amanat UU Nomor 9 Tahun 2011 tentang SRG.

Apa yang menjadi visi pemerintah harus didukung oleh semua elemen di negara ini, mulai dari legislatif, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat. Dengan adanya SRG, petani akan merasa rugi kalau melepas tanahnya sebagai aset produktif. Kemajuan sektor pertanian tidak bisa ditentukan oleh para petani saja, tapi semua kalangan harus memiliki motivasi yang sama untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Misalnya, langkah pemerintah Joko Widodo yang tengah menyiapkan kebijakan moratorium alih fungsi lahan pertanian produktif. Apabila tidak didukung, moratorium sulit direalisasikan. Karena ketahanan pangan merupakan kunci keberhasilan masa depan, maka dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk menyukseskan quick win strategy mengatasi masalah-masalah yang terjadi di sektor pertanian.

Penulis adalah Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia.

Page: 1 2

Apriyani

Recent Posts

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

8 hours ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

8 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

9 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

9 hours ago

Banggar DPR Tolak Pemangkasan Subsidi BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More

9 hours ago

Pemerintah Batasi Tiket Pesawat Naik 9-13 Persen, Gelontorkan Subsidi Rp2,6 T

Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More

9 hours ago