Ilustrasi: Transaksi QRIS. (Foto: isitmewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital semakin diminati masyarakat. Tercermin pada November 2024 volume transaksi QRIS terus tumbuh pesat sebesar 186 persen year on year (yoy) mencapai 689,07 juta transaksi, dengan jumlah pengguna dan merchant masing-masing mencapai 55,02 juta dan 35,1 juta.
Sementara itu, volume transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D pada November 2024 turun 10,9 persen menjadi 562,75 juta transaksi.
“Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada November 2024 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam RDG, dikutip, Jumat, 20 desember 2024.
Dari sisi nilai transaksi, kata Perry, transaksi BI-RTGS pada November 2024 meningkat 9,82 persen yoy dengan nominal transaksi sebesar Rp14.969,37 triliun.
Baca juga: Tinggal Tap, QRIS NFC Bakal Meluncur di Kuartal I-2024
Baca juga: Tutup 2024, Bank Neo Commerce Pede Mampu Lanjutkan Tren Cetak Laba
“Sedangkan dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST pada November 2024 tumbuh 69,90 persen yoy mencapai 338,61 juta transaksi,” jelas Perry.
Kemudian, volume transaksi digital banking pada bulan yang sama tercatat 2,04 miliar transaksi atau tumbuh sebesar 40,1 persen yoy.
Selanjutnya, volume transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh 33,4 persen (yoy) mencapai 1,44 miliar transaksi. Lalu, volume transaksi kartu kredit pada bulan yang sama tumbuh 21,1 persen yoy mencapai 41,15 juta transaksi.
Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,9 persen yoy menjadi Rp1.105,8 triliun secara nominal pada akhir November 2024. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More